Judul Indonesia hooking & clickbait berkelas
OP banget, 60% konsumen AS bilang kalau brand yang pakai "AI" di pesan mereka adalah turn-off. Survey yang dilakukan WordPress VIP menemukan bahwa 86% konsumen AS tidak percaya sepenuhnya pada AI dan masih ingin eksplorasi sumber asli.
-
42% konsumen AS bilang kalau jawaban AI yang tidak jelas atasitribusi lebih tidak dipercaya daripada biaya penerbangan, kebijakan privasi yang membingungkan, dan tagihan medis.
-
Lebih dari 3/4 responden bilang internet terasa "kurang manusia" dibanding 10 tahun lalu.
Jadi, apa yang terjadi?
Perusahaan sedang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dunia di luar Google Search dan SEO tradisional. Mereka harus memilih antara menjadi terlihat "manusia" atau akan kehilangan audiens mereka.
"Orang-orang biasanya membuat situs web untuk orang lain," kata Brian Alvey, CTO WordPress VIP. "Sekarang, Anda harus membuat situs web untuk agen AI yang berlaku atas nama orang-orang itu.
Jika konten situs web Anda tidak dapat dibaca oleh AI, Anda tidak akan terlihat oleh bagian besar orang yang mencari. Anda tidak ada lagi.
Dan jika konten Anda tidak terasa manusia dan dapat dipercaya oleh orang-orang yang masih mengklik ke situs web Anda, mereka tidak akan kembali lagi.
Survey ini dilakukan pada April lalu dengan 2.000 responden, 800 di antaranya adalah pengambil keputusan di perusahaan besar dan 1.200 adalah orang dewasa AS. Meskipun konsumen AS wara-wiri terhadap AI, laporan ini juga menemukan bahwa referensi AI ke situs web sedang meningkat.
60% responden perusahaan bilang bahwa lalu lintas dari mesin pencari AI dan platform jawaban meningkat dalam setahun terakhir. 74% pengambil keputusan di perusahaan bilang bahwa visibilitas dan atribusi AI adalah prioritas utama atau signifikan.
WordPress VIP bilang bahwa temuan ini menunjukkan masa depan di mana perusahaan harus menavigasi antara kehadiran AI dan kepercayaan manusia secara bersamaan. Laporan ini menemukan bahwa 33% konsumen bilang bahwa mengklik ke sumber asli masih merupakan sinyal kepercayaan utama mereka, dan 80% bilang bahwa informasi di web harus tetap terbuka dan dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya oleh beberapa perusahaan besar.



