Nah, lo tahu bahwa AI agent itu udah sangat canggih dan bisa melakukan banyak hal, tapi masalahnya mereka lebih fokus pada tugas programming saja. Terus, apa yang terjadi dengan lapangan kerja lainnya? Gokilnya lagi, penelitian baru dari Carnegie Mellon dan Stanford University mengungkap bahwa AI agent lebih fokus pada tugas programming, menyisakan 92% lapangan kerja AS yang belum terjamah.
Tapi masalahnya, penelitian ini juga menemukan bahwa AI agent lebih fokus pada tugas yang mudah dan tidak terlalu kompleks. Mereka lebih suka mengerjakan tugas yang bisa diselesaikan dengan mudah dan tidak memerlukan banyak langkah. Nah, ini jadi masalah karena banyak lapangan kerja yang memerlukan tugas yang lebih kompleks dan memerlukan banyak langkah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa AI agent lebih fokus pada tugas yang berhubungan dengan komputer dan matematika, tapi tidak banyak yang berhubungan dengan manajemen, hukum, dan arsitektur. Ini jadi masalah karena lapangan kerja tersebut sangat penting dan memerlukan banyak pekerja yang terampil. Tapi masalahnya, AI agent belum bisa melakukan tugas tersebut dengan baik.
Jadi, kenapa kita harus peduli dengan hal ini? Kita harus peduli karena AI agent bisa menjadi sangat berguna jika mereka bisa melakukan tugas yang lebih kompleks dan beragam. Kita bisa menggunakan mereka untuk membantu kita dalam banyak hal, seperti manajemen, hukum, dan arsitektur. Tapi, kita juga harus memastikan bahwa AI agent tidak hanya fokus pada tugas programming saja, tapi juga bisa melakukan tugas lainnya yang lebih kompleks dan beragam.



