Apa yang Dikatakan Para Ahli
Saat ini, lari lebih populer daripada sebelumnya, dan dengan banyaknya pelari baru, ada banyak influencer yang menawarkan saran—beberapa saran tersebut berguna, tetapi beberapa lainnya tidak.
Jika kamu pernah melihat video tentang lari, kamu mungkin pernah melihat seorang pelatih, atlet, atau 'runfluencer' yang menyarankan untuk menutup mulut saat berlari. Saran untuk bernapas melalui hidung saat berlari bukanlah hal baru, tetapi apakah ini didukung oleh ilmu pengetahuan?
Ilmu Pengetahuan di Balik Bernapas Melalui Hidung
Jawabannya, seperti banyak hal dalam lari, adalah nuansa. Berikut adalah apa yang dikatakan oleh berbagai sekolah pemikiran, dan bagaimana cara menerapkan pernapasan yang lebih baik dalam lari.
-
Napas Melalui Hidung: Penelitian menunjukkan bahwa bernapas melalui hidung saat lari memiliki beberapa kelebihan. Saat kamu bernapas melalui mulut, kamu menghembuskan karbon dioksida terlalu cepat, yang dapat menyebabkan perasaan 'tidak bisa bernapas' di tengah lari. Bernapas melalui hidung secara alami melambatkan laju pernapasan dan membantu tubuh untuk mentolerir karbon dioksida lebih baik dari waktu ke waktu.
-
Kapan Menggunakan Napas Melalui Mulut: Namun, bernapas melalui mulut adalah adaptasi alami yang diperlukan pada intensitas yang lebih tinggi, dan mencoba untuk menyupresi hal ini dapat menghambat kinerja. Pada dasarnya, hidung memiliki saluran udara yang lebih kecil daripada mulut. Pada kecepatan lari yang mudah dan santai, bernapas melalui hidung sangat mudah. Tetapi saat denyut jantung meningkat ke intensitas yang lebih tinggi—lari tempo, interval, atau kecepatan lari—otot membutuhkan lebih banyak oksigen daripada yang dapat disediakan oleh hidung dengan cepat. Mencoba untuk bernapas hanya melalui hidung saat berlari pada intensitas tinggi dapat membuat latihan yang sulit terasa tidak perlu berat.
Saran Praktis untuk Pernapasan yang Lebih Baik
Berikut beberapa saran untuk mempraktikkan kontrol pernapasan selama lari:
- Pada lari yang mudah, komitmen untuk bernapas melalui hidung saja. Kamu mungkin menemukan bahwa kamu telah berlari terlalu cepat pada hari-hari yang mudah jika kamu tidak bisa berbohong dengan mulut terbuka.
- Coba pola pernapasan 3:2 pada lari yang santai. Hembuskan napas melalui hidung untuk tiga langkah, hembuskan napas melalui hidung (atau mulut) untuk dua langkah. Beberapa pelari menemukan ini meditatif; yang lain menemukannya mengganggu pada awalnya. Dengan cara apa pun, saya menemukan bahwa kesadaran yang dibangun sangat berharga.
Kesimpulan
Pada akhirnya, strategi pernapasan terbaik adalah yang akan kamu praktikkan secara konsisten dan membantu kamu tetap pada rutinitas lari. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai teknik dan menemukan apa yang paling sesuai untukmu.