Allbirds, perusahaan sepatu yang terkenal, baru saja pivot ke bisnis AI dan berganti nama menjadi Smartbird. Perusahaan ini berhasil menjual bisnis sepatunya seharga $43 juta dan mengumpulkan $100 juta dari pasar saham. Nadia Carlsten, mantan eksekutif AWS, telah diangkat sebagai CEO Smartbird.
Latar Belakang
Allbirds memutuskan untuk pivot ke bisnis AI karena permintaan akan komputasi AI yang sangat tinggi. Perusahaan ini berencana untuk menjadi penyedia infrastruktur AI yang dapat membantu perusahaan lain dalam mengelola model AI mereka.
Detail Teknis
Smartbird berencana untuk menyediakan infrastruktur AI yang dapat diatur langsung oleh perusahaan lain, sehingga mereka dapat memiliki kendali penuh atas data dan model AI mereka. Ini berbeda dengan penyedia cloud yang lain, yang lebih fokus pada skalabilitas dan harga yang rendah.
Fitur Utama
- Smartbird akan menyediakan infrastruktur AI yang dapat diatur langsung oleh perusahaan lain
- Perusahaan ini berencana untuk menyediakan layanan ini untuk perusahaan yang memerlukan kendali penuh atas data dan model AI mereka
- Smartbird tidak akan bersaing dengan penyedia cloud lain dalam hal harga, tetapi akan fokus pada keunggulan layanan dan kemampuan untuk menyediakan infrastruktur AI yang dapat diatur langsung oleh perusahaan lain
Pendapat Geek
Pivot Allbirds ke bisnis AI ini cukup menarik, terutama karena perusahaan ini berhasil mengumpulkan $100 juta dari pasar saham. Namun, masih belum jelas apakah Smartbird dapat bersaing dengan penyedia cloud lain dalam hal infrastruktur AI.



