Lo tau nggak sih, bola itu emang bikin orang suka berubah 180 derajat dalam sekejap? Dulu banyak yang nge-hate Anthony Gordon, sekarang? Si winger Barcelona ini jadi salah satu kunci utama Inggris di Piala Dunia 2026. Sociale media emang tempatnya orang-orang yang suka ngomong tapi nggak ngerti konteks.一个 player perform bagus di satu game, jelek di game lain — itu normal banget, bro.
Performa Brutal di Lapangan
Di bawah asuhan Thomas Tuchel, Gordon literally level up jadi OP player. Dia ngasist dua gol Harry Kane waktu Inggris gebuk DR Congo, dan yang paling epik — dia yang nyebabin hadiah免费 hadiah penalti yang decisive banget waktu lawan Mexico. Penalti itu berhasil dikonversi sama Kane, dan Inggris lolos ke babak selanjutnya. Statistik nggak bohong: Gordon sekarang jadi salah satu player yang paling sering berkontribusi langsung di skuad Three Lions.
Chemistry Tim yang Gak Tertandingi
Dalam interview terbaru di Extra Time, Gordon ngaku kalau "camp life" tim Inggris sekarang ini luar biasa. Dia bilang ini grup terbaik yang pernah dia alami selama karirnya di timnas, jauh beda dari sebelumnya.
"We have got an unbelievable group, the best England group I have been a part of by a country mile, in terms of chemistry, in terms of connection, not just on the pitch but off the pitch. In terms of standards off the pitch, we are holding each other accountable, which is really important for any team that wants to be successful."
Nah, ini yang penting — mereka saling hold each other accountable. Jadi bukan cuma soal skill, tapi juga soal discipline dan tanggung jawab bareng. Klasik sih sebenernya, tapi好多 tim yang gagal karena aspek ini.
Ambisi Gordon: Mau Jadi Goalscorer Sejati
Meskipun udah jadi assist king, Gordon ngaku kalau dia maunya lebih dari itu. Dia mau improve finishing-nya.
"I love finishing, it's a big part of my game, I want to be a goalscorer. The only way I can truly get to where I want to be is by practising every single day. The more practice allows you to become free in the mind on game day."
Dan yang keren, dia lagi belajar dari Harry Kane — si kapten yang finishing-nya literally on another level. Gordon ngaku sering ngobrol sama Kane buat ngambil ilmu soal cara strike the ball biar masuk.
"I have been speaking to H (Kane) and trying to gain as much knowledge as I possibly can because he can do it on both feet, doesn't matter the angle, doesn't matter off his touch, the ball finds a way into the net. I have been trying to pick up a little bit off him."
Geek Opinion
Dari perspektif gue, perjalanan Gordon ini actually inspiring banget. Dari seorang player yang di-hate karena performa inconsistent, jadi someone who contributes directly di tournament besar. Itu butuh mental yang strong — dan dia buktiin kalo dia nggak dengerin noise dari sosial media. Yang bikin impressed sih, dia tetap mau belajar dan humble mau ngambil ilmu dari senior. Kalau dia bisa konsisten finishing-nya kayak Kane, Inggris bakal punya weapon yang lebih scary lagi. Gaspol buat Gordon dan Inggris!
Photo: Alfredo Estrella/AFP via Getty Images



