Oke, jadi lo tau nggak? Apple lagi ngamuk ke OpenAI dan kasusnya tuh gila-gilaan banget.
Konteksnya gini: Apple ngeluhin bahwa mantan karyawan Apple yang kerja di OpenAI tuh alleged-nya nyuri rahasia dagang mereka. Gimana caranya? Mereka allegedly nyuruh pelamar kerja buat "show and tell" hardware Apple di markas OpenAI. Maksudnya tuh, "Eh, lo bisa bawain battrei atau parts yang lo pernah kerjain nggak? Biar kita liat langsung." Terus juga alleged-nya ada yang nanya-nanya soal code name project Apple di interview kerja. Kayak, "Eh, lo tau nggak project ini?" Terus orang yang di-interview tuh mikir, "Yaelah, dia juga tau? Berarti boleh dong gue ceritain." Dan BOOM, rahasia dagang ke-spill.
Tokoh utama di sini bukan Jony Ive yang legendaris itu, tapi Tang Tan — former VP of Apple Watch yang 24 tahun kerja di Apple. Dia sekarang jadi Chief Hardware Officer di OpenAI. Reported-nya dialah yang alleged jadi "mastermind" di balik semua ini. Sementara Jony Ive? Nope, namanya nggak ada di lawsuit sama sekali. Kayak Apple intentionally nawarin dia. Entah karena Ive emang jago cover tracks, atau Apple nggak mau masukin nama yang masih punya koneksi ke Laurene Powell Jobs.
Nah, ini yang menarik. OpenAI baru aja spend $6.5 miliar buat acquire io Products — startup hardware AI-nya Jony Ive. Jadi mereka emang serius banget mau masuk ke hardware. Mereka bahkan reported lagi ngerancang FIVE hardware devices, dengan smart speaker tanpa layar jadi yang pertama. Jony Ive emang cenderung fokus ke new input methods — kayak click wheel di iPod, multitouch di iPhone. Untuk AI device, input method-nya ya natural language: lo ngomong, dia nurut. Tapi masalahnya, AI sekarang itu masih sering hallucinate dan nggak reliable 100%. Contoh dari Hayden Field sendiri tuh, dia coba bikin tabel alamat company, 60%-nya salah semua.
Dari sudut pandang gue, ini bukan sekadar kasus hukum. Ini soal definisi era post-smartphone. Apple udah proven mereka jago banget di hardware, tapi AI adoption sama consumers itu masih shaky banget. Lo bisa liat dari college students yang nge-boo AI CEOs di graduation, orang-orang yang protes data center, sampe vibes bahwa AI tuh kayak "slop" yang harus di-push away. OpenAI yang lagi mau IPO juga dalam posisi nggak enak — mereka udah stressed secara finansial, executive churn rate tinggi, dan sekarang ditambah drama lawsuit ini. Meanwhile, Anthropic udah ngajuin S-1 duluan. Jadi OpenAI tuh kayak, mau pivot ke enterprise, mau gas hardware, mau IPO, mau fight lawsuit — semua sekaligus. Tough banget buat jadi OpenAI tahun 2026 ini.



