Lo tau nggak sih, ternyata Ariana Grande udah jadi incaran hacker selama lebih dari 10 tahun? Yap, bener banget. Penyanyi yang punya vocal range insane ini baru aja nyerahin gugatan hukum di Los Angeles County Superior Court, Senin lalu, terhadap hacker-hacker yang居然 bisabobol dan membocorkan konten pribadi dia selama ini.
Gue Heran, Kok Bisa Sneh? 🤔
Jadi gini mekanismenya, para hacker ini nggak langsung nyerang Ariana. Mereka lebih ke targetin orang-orang yang bekerja bareng dia, kaya producer, fotografer, sampe teknisi. Contohnya? Di tahun 2019, hacker berhasil nyuri foto-foto Ariana dari akun Dropbox fotografernya. Tahun 2020, footage yang belum release dicuri dari perangkat mobile seorang producer. Dan yang paling ngeselin, tahun 2024, para scammer pake phishing email buat ngambil foto-foto yang belum publish dari teknisi yang Terkait dengan fotografer Ariana.
Angka yang Bikin Melongo 😱
Ini yang bikin gue speechless: di tahun 2023 saja, ada 45 lagu belum rilis yang berhasil dibobol, dicuri, terus di-leak. Dan kalau dijumlahin dari debut Ariana tahun 2011 sampe sekarang, udah ratusan konten yang di-bocorin. Isi kontennya pun beragam banget, mulai dari unreleased masters dan demo, footage sesi rekaman, music video yang belum keluar, behind-the-scenes photo dan video, sampe outtake album dan photoshoot.
Hacker Jual Konten, Ariana Nuntut!
Menurut lawsuit ini, para hacker nggak cuma nge-leak doang. Mereka juga jual konten-konten curian itu, dan publikasiin di platform kayak X, TikTok, dan YouTube. Tindakan mereka dianggap udah melanggar privasi Ariana dan juga California Comprehensive Data Access and Fraud Act — undang-undang yang nge-hukum unauthorized computer access. Undang-undang ini pernah dipake juga di kasus Sony vs George Hotz dan Meta vs Pegasus spyware, jadi emang serius banget.
Ariana lewat gugatannya ini pengen "uncover the identities" dari para hacker yang masih belum diketahui identitasnya ini. Mereka disebut "John Doe 1 and John Does 2 through 100" di dokumen hukum. Intinya, lo bisa aja nge-leak konten idolamu, tapi ada konsekuensi hukum yang nyata, dan kasus ini buktiin bahwa industri entertainment udah serius nge-babat praktik peretasan kayak gini.



