Gue gak nyangka bakal ngomongin ini, tapi Audi—ya, brand mobil mewah yang biasa identik sama teknologi canggih—lagi rencana buat kurangi layar sentuh di интерьер mereka. Yep, lo baca benar.elon musk probably iseng ngomentarin ini sambil ngopi.
Jadi gini ceritanya:
Tahun lalu, Oscarda Silva Martins, Head of Product and Technology Communication Audi, secara terbuka ngaku kalau kualitas интерьер Audi udah gak sehebat dulu. Dalam interview sama tim Jerman Motor1, dia bilang: "We have certainly been better in terms of quality in the past." Tapi tenang, dia juga pledged kalau Audi bakal balik lagi ke jalur yang bener. Respect banget sih buat brand yang berani ngakuin kesalahan.
Mulai dari Concept C:
Audi launching bahasa desain baru yang dinamain "Strive For Clarity" atau sering juga disebut *"The Radical Next." Philosophy ini pertama kali muncul di Concept C—preview mobil sport listrik two-seater dengan targa roof yang bakal meluncur tahun depan. интерьер Concept C beda banget sama model Audi sekarang. Layar diperkecil, tombol fisik balik lagi, dan material yang dipakai jauh lebih premium.
Quote dari CTO Audi tuh worth banget buat dilirik:
"We want to be very subtle on the display size and haptic elements. We will put a lot of attention into real materials. If you see a material that looks like metal, it should be metal. We believe it's part of our DNA to also have some physical elements—buttons and turning wheels—and every one of these should have the classical Audi click and touch and feel."
Kenapa harus beda sama China?
CTO Audi juga nunjukin kalau preferensi konsumen beda-beda di setiap pasar global. Makanya Audi partnership sama SAIC buat brand AUDI (tanpa Four Rings) yang khusus buat pasar China. Di sana, интерьер minimalis dengan layar gedename dan sedikit tombol fisik masih jadi tren. Tapi buat resto of the world, Audi bakal move away dari oversized displays dan capture lagi magic интерьер early-2000s mereka.
Kapan mulai ngerasain?
Kalau lo nunggu gebrakan ini di mobil量产, sabar ya. Model pertama yang bakal embody filosofi baru ini adalah A4 E-Tron yang bakal launching 2028—sekalian comeback sebagai fully electric sedan. Buat sementara, Q9 flagship SUV dan electric A2 masih dari old guard, jadi expect more of the same.
Yang udah duluan nxamal adalah Nuvolari, supercar hybrid yang derived dari Lamborghini Temerario. Cuma ya, unitnya cuma 499 doang, jadi gak terlalu ngaruh buat kebanyakan orang.
Gue's Take:
Ini sih kayak melihat mantan yang udah berubah baik—sakit sih, tapi kita masih hopeful. Banyak automaker yang kena Sylvanya cost-cutting demi profit margin, dan konsumen udah mulai complain. Kalau Audi beneran komitmen sama filosofi ini, mudah-mudah brand lain ikut-ikutan. Kita butuh tombol fisik, material yang gak bikin interior kayak plastik mending, dan layar yang berfungsi tanpa harus jadi pusat perhatian.
Kita nunggu dulu gimana implementasi di A4 E-Tron 2028. Fingers crossed ya, Audi. Jangan cuma jadi marketing jargon doang.



