Gue mau bahas situasi Audi di pasar AS dan ini cerita yang cukup epic menurut gue. Jadi di Q2 2026, Audi berhasil distribute 38.030 kendaraan—tapi angka ini turun 3% dari periode yang sama tahun lalu. Parah? Belum. Parahnya, di paruh pertama 2026 totalnya cuma 67.916 unit, alias turun 17% dari H1 2025 yang 81.951 unit. Jadi ya, secara keseluruhan penjualan Audi lagi nggak oke-oke banget sih boleh dibilang.
Tapi hold on—ada plot twist yang menarik.
Di tengah penjualan yang ambruk secara total, lini model bensin terbaru Audi justru pada nge-gaspol! Yuk kita cek data performa masing-masing model di Q2 2026:
- A3: naik 9%
- A5: naik 9%
- A6: naik 32%
- Q5: naik 30%
- Q8: naik 47%
Ini yang gue bilang OP banget—model-model yang baru di-redesign kayak A5, A6, dan Q5 ternyata langsung respon positif dari konsumen. Jadi intinya, orang masih suka Audi, cuma emang lebih interested sama produk bensin yang fresh compared to yang EV.
Nah ini bagian yang bikin geleng-geleng kepala. Seluruh lini EV Audi tuh... hancur lebur. Dengan total cuma 1.730 unit terjual di 2026, bandingin sama periode yang sama 2025 yang 11.559 unit—itu penurunan 85%, bro. 85%! Q6 E-tron yang sempat jadi best-seller Audi di Q3 2025, sekarang turun drastis karena insentif pajak federal $7.500 buat EV udah nggak ada lagi. Q4 e-tron? Penjualan turun 93%. Q8 e-tron? Already discontinued basically, cuma 2 unit YTD 2026.
Motor1's take emang quite on point nih: Audi biarin lineup-nya di AS jadi stale, dan sekarang butuh lebih dari sekadar beberapa produk baru buat recover. Semoga aja Q7 yang mau di-update dan Q9 all-new (SUV bongsor yang dinanti) bisa bawa angin segar buat brand four rings ini. Tapi yang jelas, strategi EV Audi di pasar AS butuh rethink total—timing mereka emang nggak banget dengan kebijakan yang kurang supportif terhadap kendaraan listrik.
Geek Opinion gue: Ini classic case di mana brand premium unterschätzen perubahan policy dan tren pasar. Mereka punya produk EV yang oke secara spesifikasi, tapi salah timing plus kebijakan yang nggak friendly bikin konsumen Think Twice. Tapi dari sisi model bensin, Audi proved bahwa kalau produknya on point dan fresh, orang masih mau买单. Jadi mungkin strategi dual-track—EV tetap jalan tapi nggak ngegas banget—could be their move ke depan. Kita pantengin aja ya, karena Audi ini brand yang selalu interesting untuk di-follow.



