Oke jadi Audi baru aja launching SUV flagship mereka yang Super-sized, yaitu Q9, dan yang bikin好奇 adalah di Eropa mobil ini cumaavailable dalam satu pilihan mesin doang — V6 diesel mild-hybrid 3.0 liter.
Yeah, lo denger bener. Di era dimana diesel udah kayak extinct species di Eropa (share-nya turun drastis ke cuma 6.5% dari total penjualan mobil baru), Audi milih launch Q9 dengan mesin diesel. Tapi jangan salah, according to Audi, mereka masih yakin V6 TDI ini bakal jadi yang paling laku. Meanwhile, untuk pasar AS, Q9 ditawarkan dengan pilihan V6 dan V8 bensin — soalnya diesel di Amerika emang nggak pernah pophype, apalagi setelah Dieselgate scandal.
Varian Mesin yang Datang Tahun Depan
Nah ini yang seru. According to statement Audi ke Motor1, Q9 di Eropa akan dapat dua powertrain tambahan tahun depan:
- V6 Bensin — buat lo yang emang nggak tertarik sama diesel
- Plug-in Hybrid — buat yang mau mulai electrified journey
Ini basically replication dari strategi Q7, dimana Audi launch dulu versi diesel, baru nambah pilihan bensin dan hybrid ensuite. Jadi buat lo yang tungguin versi PHEV, patience is key — probably next year baru bisa checkout.
SQ9? Lagi Di-evaluate
Buat lo yang nanya soal version高性能 (SQ9), Audi bilang mereka masih "evaluating if and when an offer could be possible." Jadi ini bukan promise, tapi ada kemungkinan SQ9 bakal hadir di Eropa sebagai rival buat BMW X7 M60i dan Mercedes-AMG GLS 63 S. So, stay tuned sih kinda.
Geek Opinion
Meskipun strategi Audi launch first dengan diesel seems counterintuitive given diesel's decline, kita nggak bisa salahkan mereka karena emang beberapa pasar masih demand ini. Tapi honestly, dengan regulasi CO2 yang makin ketat (pabrik mobil harus slash emissions 90% dibanding 2021 levels by 2035), waktu untuk combustion engine di Eropa emang tinggal dikit.
Q9 ini bakal jadi flagship Audi setelah A8 discontinue, which is kinda sad honestly. Tapi ya прогресс namanya, dan Q9 seems like solid replacement buat yang mau full-size luxury SUV with pilihan mesin yang flexible.
Jadi lo sendiri lebih prefer yang mana — diesel legend, bensin classic, atau hybrid buat kejar trend EV?



