Oke, gue mau cerita soal match yang bikin gue nahan napas selama 90+ menit. Inggris baru aja ngelakuin sesuatu yang... yah, cukup epic sih.
Inggris bentrok sama Meksiko di Estadio Azteca, Mexico City, dalam babak 16 besar World Cup 2026. Buat yang belum tau, Estadio Azteca tuh punya sejarah kelam buat Inggris — ini markas di mana Diego Maradona bikin "Hand of God" di tahun 1986. Jadi bisa bayangin beban mental mereka pas masuk lapangan.
Bellingham? Dia Main di Level Berbeda
Jude Bellingham emang gak bisa di-stop. Anak itu literally main seperti punya cheat code. Gol pertama dia bangkit dari situasi quick throw-out Jordan Pickford — bola dilemparkan ke Declan Rice, Rice accelerate, terus oper ke Bukayo Saka. Saka buying space di luar, cross perfect, dan Bellingham nyamper header seperti train yang gak bisa dihentikan.
Gol keduanya? Even lebih satisfying. Elliot Anderson wins ball tinggi, Kane terima dan lay off ke Bellingham. Bellingham hold ball, cari Kane, Kane cross rendah, dan Bellingham simplesmente wanted it more daripada Érik Lira. 2-0 buat Inggris, dan Estadio Azteca sunyi.
Red Flag: Quansah Dapat Kartu Merah
Tapi kemudian datang momen yang bikin every England fan's heart stop. Jarell Quansah — bek kanan yang baru pulih dari cedera — bikin tackle yang sangat tidak perlu terhadap Jesús Gallardo. High lunge, referee Alireza Faghani dari Australia gak punya pilihan lain selain kasih red card.
Inggris harus main dengan 10 orang dari menit ke-54. Tuchel immediately pindahkan John Stones masuk untuk Saka, tapi masalahnya tetap ada: mereka harus defend deep dengan formasi 5-3-1.
Kane: Still The Man
Lewat titik putih, Harry Kane nunjukin kenapa dia masih jadi striker utama Inggris. Assist dari Anthony Gordon yang sprint ke bola setelah Kane challenge sama Edson Álvarez — Raúl Rangel si penjaga gawang Meksiko cleaning out Gordon, dan Kane? Eksekusi dingin dari titik penalti. 3-1.
Tapi Match ini belum selesai. Kane inadvertently kicking through Brian Gutiérrez di area kotak — VAR intervention, dan Raúl Jiménez convert dengan ice-in-veins execution. 3-2, dan 11 menit injury time.
Final Whistle: Quarter-Final Menunggu
Btw, bagian akhir match itu stressed out banget. Dan Burn jadi absolute wall di pertahanan. John Stones almost bikin own goal tapi lucky it went wide. Pickford solid. Mexico keep crossing, Inggris keep clearing.
Jadi yes, Inggris menang 3-2. Mereka lolos ke quarter-final melawan Norwegia di Miami hari Sabtu. Dan kalau lo tanya gue — ini bisa jadi "the spark" yang Thomas Tuchel butuhin buat maksimal.
World Cup 2026 continues, dan Inggris? They want that glory.
Featured Image: CharlotteWilson via Getty Images



