Lo tau gak sih, ada perusahaan tech dari Milan, Italia yang namanya Bending Spoons? Nah ini bukan brand sendok biasa ya — mereka tuh sekarang udah jadi salah satu acquisition machine paling garang di industri tech. Buktinya? Mereka baru aja IPO di Nasdaq dan langsung dapet market cap lebih dari $25 miliar. Gila gak tuh?
Awal Mula yang gak Terduga
Nah ini yang menarik. Bending Spoons lahir dari reruntuhan startup bernama Evertale — perusahaan Copenhagen yang ikut Disrupt SF 2011 Startup Alley. Mereka gagal, tapi fondornya gak nyerah. Bersama beberapa karyawan, mereka terus working dan eventually bikin formula unik: belikan produk digital yang udah populer, terus upgrade dari dalam sampe ke luar. Simple理论上, tapi execute-nya gak sembarangan.
CEO Luca Ferrari pernah cerita bahwa akuisisi pertama mereka cuma berharga $10,000. Sekarang? Mereka belinya triliunan. Dramatis banget kan?
Portfolio yang Bikin Melongo
Nih list aquisisi Bending Spoons yang bikin kita melotot:
- Evernote — aplikasi catatan legendaris yang dulu pernah valuation $1 miliar
- Meetup — platform komunitas yang大家 kenal
- WeTransfer — layanan transfer file favorit anak creative
- Vimeo — pesaing YouTube yang recently mereka beli $1.38 miliar
- AOL — yes, AOL! Yang punya TechCrunch dulu
- Eventbrite — marketplace event yang baru aja diakuisisi $500 juta
- Remini — AI photo enhancer yang super viral
- Brightcove — video platform yang diambil private $233 juta
Totalnya udah lebih dari 2,500 opportunity mereka screening tahun 2025 doang, dan dari situ cuma selesai 6 akuisisi. Selective banget!
Strategi Kontroversial yang Bikin Jadi Pembicaraan
Nah ini bagian yang bikin netizen ribut. Bending Spoons tuh mirip private equity — mereka optimize efficiency, pricing, sampe headcount. Tapi bedanya, mereka bilang gak akan pernah jual bisnis yang udah diakuisisi. "We aim to hold forever," tulis mereka di filing.
Efeknya?
- Layoffs masif — Tim Filmic dipecat seluruhnya, Vimeo kehilangan hampir seluruh video team
- Price hikes — Evernote free tier dibatasin jadi cuma 50 notes
- Plan restrictions — WeTransfer free plan cuma boleh 10 transfer per bulan
Co-founder Matteo Danieli jawab kritik dengan bilang customer retention mereka "remarkably stable" despite semua perubahan. Jadi ya... still controversial sih, tapi secara bisnis emang works.
Angka-Angka yang Gila
Mari kita breakdown karena ini penting:
| Metric | Angka |
|---|---|
| Monthly Active Users | 500+ juta |
| Monthly Paying Customers | 9+ juta |
| Revenue 2025 | $1.31 miliar |
| Revenue per Spooner (2025) | $2.57 juta |
| Penerimaan kerja | 286 dari 800,000 pelamar |
Yap, mereka terima 1 dari 2,800 pelamar. Lebih susah dari masuk Harvard.
VIP Backers yang Include Bintang Pop
Ini yang unexpected: Bending Spoons punya investors dari dunia tech kayak Eric Schmidt (ex-Google CEO), Mike Krieger (co-founder Instagram), Xavier Niel. Tapi juga ada Andre Agassi, Bradley Cooper, Maluma, The Weeknd, The Chainsmokers. Kok bisa? Ya namanya juga tech meets entertainment.
What's Next?
Ferrari udah kasih hint: "As AI enables us to accomplish more with fewer people, the scalability of our acquisition and transformation model should improve." Jadi siap-siap aja ya — semakin banyak brand favorit lo yang bisa jadi bagian dari ecosystem Bending Spoons.
Mereka udah identific minimum 1,000 bisnis digital yang menarik buat diakuisisi, dengan total revenue estimado почти $400 miliar. That's huge.
Intinya, Bending Spoons ini bukti bahwa startup yang gagal bukan akhir dari segalanya — kadang itu malah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. Dengan formula unik: acquire, transform, hold forever — mereka buktiin bahwa di dunia tech, patience dan execution itu segalanya.
Lo sendiri? Ada brand favorit yang pengen diakuisisi sama Bending Spoons? :D



