Lo tau nggak sih, Bernie Sanders—senior senator dari Vermont yang udah 84 tahun—ternyata udah "clutch" banget soal AI regulation sejak 2023. Dalam wawancara eksklusif sama WIRED, senator legendaris ini ngomong terus terang: AI adalah teknologi paling konsekuensial dalam sejarah umat manusia, dan sekarang lagi dikembangin sama orang-orang kaya yang cuma mikirin duit doang.
Hook: Bernie Gaspol!
Jadi gini, Bernie Sanders tuh udah dari lama banget ngomongin bahwa kekayaan yang terkonsentrasi itu ancaman buat demokrasi. Nah, sekarang paradigma-nya udah shift ke AI. Sejak 2023, dia udah propose legislasi yang bikin banyak orang melek—termasuk moratorium pembangunan data center yang dia ajuin bareng Alexandria Ocasio-Cortez. Intinya? "Wait, lo mau bangun monsternya di kota gue? Kasi guideline dulu dong." Belum berhenti di situ, Juni lalu dia ngenalin American AI Sovereign Wealth Fund Act—yang basically ngajak perusahaan AI besar kayak Microsoft, Google, dan kawan-kawan buat bayar pajak ke publik.
Technical Detail: Gimana Sih Konsepnya?
Sanders propose sovereign wealth fund ini tuh quite interesting banget. Pertama, dia maunya publik punya setengah (50%) board dari industri AI. Jadi imagine—kalau ada tech yang potentially bikin massive unemployment atau ancam privacy anak-anak, ada representasi publik yang bisa bilang "Sorry, ini bad idea." Kedua, setengah dari revenue yang diciptain sama AI harusnya balik ke rakyat. Sanders nge-hit point yang powerful: "What is the foundation of AI? It's based on human knowledge, human work. Lo nulis buku, mereka punya. Lo nulis puisi, mereka punya. Kompensasi lo apa? ZERO dollars." Preach, Bernie!
Key Features: Yang Bikin Lo Mikir Dua Kali
Beberapa hal yang Sanders sorot tuh quite eye-opening:
-
Job displacement — Dia concern banget sama 6-8 juta orang yang kerja jadi sopir truck, taxi, Uber, Lyft. "Where are they gonna go? You think they're gonna go into computer coding? I don't think so."
-
Deepfakes — Sanders bahkan bikin deepfake diri dia sendiri buat nunjukin ke Condé Nast (parent company WIRED) betapa menacing teknologi ini. "It was uncanny. It was very funny, but terrifying."
-
Privacy — Setiap kali lo di internet, ada yang tau tentang lo. Prescription drugs, bank accounts, semua accessible ke someone.
-
Corrupt political system — Sanders blak-blakan: "They are frightened. You want to talk about AI regulation? Tomorrow you got millions of dollars in 30-second ads coming out against you." Sakit sih dengerinnya, tapi ya emang realita.
Geek Opinion: Sanders Get It
Yang bikin article ini worth it buat dibaca adalah gimana Sanders ngeliat AI bukan cuma sebagai technological problem, tapi sebagai societal question. Dia nggak anti-AI—dia malah ngerti potensinya buat health care, education, etc. Tapi dia fundamentally concerned sama pertanyaan: "Who controls this technology? And who benefits?"
Dia juga nge-call out narrativa "we must beat China" sebagai boogeyman marketing belaka. "We had to go to war against Vietnam. Gotta go to war against Iraq because Saddam Hussein had nuclear weapons. Gotta beat China now." Classic fear-mongering daripara tech oligarchs biar rakyat nggak protes pas data center dibangun di backyard mereka.
Dan yang paling memorable? Closing statement Sanders yang quite inspiring:
"This country has gone through dark times in the past, and this is a bad moment. But I have the privilege of going all over the country and seeing really great people... I am not giving up on this country. I think we can turn it around."
Jadi gitu, Bernie Sanders literally the last remaining voice of reason di Capitol Hill? Well, let's hope dia nggak salah. Tapi one thing for sure—kalau lo ngerasa AI lagi "foisted" ke lo tanpa consent, lo nggak sendirian. Bahkan senator sepuh pun agree.



