Boots Riley, seorang seniman yang sangat kritis terhadap kapitalisme, baru saja merilis film terbarunya, I Love Boosters. Film ini menceritakan tentang sekelompok perempuan yang melakukan aksi pencurian dari toko-toko mewah sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan sosial.
Dalam wawancara dengan The Verge, Riley menjelaskan bahwa film ini bukan hanya tentang pencurian, tapi tentang perjuangan kelas dan bagaimana cara menghadapi sistem kapitalis yang tidak adil. Ia juga menekankan pentingnya perlawanan kolektif untuk mengubah sistem tersebut.
I Love Boosters memiliki gaya visual yang unik dan penuh dengan aksi komedi. Film ini juga menampilkan beberapa adegan yang sangat absurd, seperti adegan di mana karakter utama harus melarikan diri dari pihak berwenang dengan menggunakan teknik stop-motion animation.
Riley juga membahas tentang teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bagaimana ia tidak percaya bahwa AI dapat menggantikan kreativitas manusia. Ia mencontohkan bahwa beberapa perusahaan teknologi telah mengklaim bahwa AI dapat melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak mungkin dilakukan.
Dalam film I Love Boosters, Riley ingin menunjukkan bahwa perjuangan kelas dan perlawanan terhadap sistem kapitalis tidak hanya tentang teori, tapi tentang tindakan nyata. Film ini merupakan contoh nyata dari bagaimana seni dapat digunakan sebagai alat perlawanan terhadap ketidakadilan sosial.



