Lo tau gak sih, ternyata bahkan orang-orang di dalam Mercedes sendiri gak sepenuhnya excited sama mobil listrik mereka? Beneran, sebuah laporan dari German Manager Magazin – yang kemudian di-catch oleh The Autopian – bilang kalau seorang executive Mercedes ngamuk soal AMG GT 4-Door terbaru ini. Katanya, mobil ini "shouldn't even exist" alias seharusnya gak ada. Quote-nya? "It was too late to stop it" — artinya sudah keburu jauh URL-nya dan gak bisa di-stop lagi.
Nah, jadi nih ceritanya. Pengembangan EV untuk lini AMG aja udah bikin Mercedes habis lebih dari $1 miliar (lo gak salah baca, itu emang milyaran dolar). Tapi angka itu masih kecil banget dibanding biaya buat develop EQS dan EQE SUV yang tembus sekitar 5 miliar euro (faker daripada $5,7 miliar USD kalau di-convert ke 2026). Semua ini bermula dari inisiatif CEO Mercedes Ola Källenius yang kayak kejar tren Tesla terus. Efeknya? Board Mercedes sadar bahwa lineup EQ mereka basically a disaster — sales anjlok 90% di 2024. Mereka ngaku sendiri kalau model-model EQ itu adalah "biggest failures in the company's history." Gila kan?
Honda aja udah cabut dari rencana EV mereka dan burn billions untuk development cost yang akhirnya dihapus. Tapi Mercedes? Mereka udah terlalu jauh dan harus release juga meskipun tau risikonya. The thing is, even dengan semua upaya para automakers buat bikin EV lebih menarik – quick charging, range yang makin panjang, harga yang makin affordable – masih banyak yang hesitate. Beberapa brand bahkan sampe nambahin simulated gears dan sounds buat bikin EV ngerasa kayak mobil bensin. Tapi tetep aja, konsumen gak sepenuhnya buying in.
Motor1's Take: Mercedes sekarang lagi attempt buat climb out dari hole yang mereka gali sendiri dengan EQ-branded vehicles. Electric CLA keliatan promising dengan harga yang gak sampe $50,000, dan VLE bakal masuk ke Amerika sebagai first true luxury van. Tapi ya, reputasi EQ udah jelek banget di mata konsumen. Kita liat aja apakah strategy baru ini bisa turn things around atau gak. Yang jelas, ini jadi lesson buat semua brand yang terlalu eager masukin teknologi baru tanpa baca market dulu. Stay tuned buat update selanjutnya!



