Brentford emang tim yang gak pernah boring buat di-follow, lo. Musim lalu, mereka nyaris tembus Europa League tapi gagal di hari terakhir—hangus karena draw di Anfield plus Brighton kalah dari MU. Ironisnya, situasi ini malah bisa jadi blessing in disguise buat The Bees. Kenapa? Karena squad mungil mereka gak bakal dipaksa ngadepin schedule padet yang biasanya bikin tim sekelas Brentford ambruk.
Igor Thiago: Mau Reps 22 Gol Lagi?
Oke, kita ngomongin striker yang bikin 22 gol musim lalu—hanya Erling Haaland yang lebih banyak. Igor Thiago emang absolutely wild musim itu, sampe dia dipanggil buat Brazilian national team di World Cup. Tapi ada red flag yang perlu lo perhatiin: di 6 pertandingan akhir musim, dia cuma bisa cetak 1 gol. Timing yang absolutely not ideal, apalagi pas Brentford butuh banget buat ngebut mengejar posisi Europa League.
Untungnya, Brentford gak tinggal diam. Mereka bring in Callum Wilson sebagai free agent—guy yang udah terbukti di Premier League level. Plus Jaidon Anthony dari Burnley buat nambah depth di lini serang. Jadi support system buat Thiago musim ini jauh lebih oke dibanding musim lalu.
Star Signing: Mamadou Sangaré (£35jt!)
Nah ini yang bikin gue excited. Brentford baru saja broke their transfer record buat dapetin Mamadou Sangaré dari Lens. Dia bukan sembarang midfield—dude literally masuk Ligue 1 Team of the Season dan cuma ada dua orang di Eropa yang lebih sering regaining possession dari dia. £35 juta buat seorang defensive midfielder? Di era where everything is overpriced, ini actually look like decent business.
Sangaré ini perfect buat style Brentford yang suka press tinggi. Andrews emang coach yang suka ngandalin high-pressing, dan Sangaré literally designed buat gaya play kayak gitu. Gak heran sih sebenarnya—Brentford emang masters dalam hal identifikasi pemain-pemain undervalued yang kemudian explode di Premier League. Bryan Mbeumo dan Yoane Wissa adalah bukti nyata dari scout network mereka yang legendary.
Set-Pieces: The Weak Link?
Ini yang bikin geregetan. Brentford cuma bikin 10 gol dari set-pieces musim lalu—terendah mereka di Premier League dan cuma tiga tim yang lebih buruk. PARADOX-nya, gak ada tim yang lebih depend on free-kicks, corners, dan throw-ins buat generate shots. Jadi secara teori mereka seharusnya excels di situ, tapi realitanya? Nope.
Andrews perlu fix ini ASAP, atau minimal improve open play conversion rate. Karena kalau tidak, point-loss dari situasi mati itu bakal cost them dearly di klasemen.
Geek Opinion
Brentford under Andrews punya vibe yang sama kayak Brighton under Roberto De Zerbi—smart recruitment, bermain dengan cara yang entertaining, dan selalu jadi underdog yang dangerous. Absence dari European football mungkin actually beneficial buat mereka, karena squad mereka emang gak dalam-depth buat ngadepin multiple competitions.
Prediksi gue? Kalau Igor Thiago konsisten dari awal musim dan Sangaré bisa adapt dengan cepat, Brentford definitely bisa push untuk finish di top half. 8th-10th place seems realistic. Tapi kalau Thiago replicates his end-of-season slump? Then we might see them hovering around 12th-14th.
Yang menarik buat di-watch juga adalah Kaye Furo—beli dari Club Brugge di January dan udah dapat debut. Dia son of Furo Iyenemi yang captained Nigeria di Olympics 2000. Bloodline yang interesting, dan Brentford emang terkenal bisa extract talent dari pemain-pemain yang belum mainstream.
Intinya, Brentford musim ini bakal seru buat di-follow. Mereka bukan tim yang boring, dan Andrews emang udah prove dirinya di musim pertama. Sekarang tinggal see apakah itu beginners' luck atau emang dia memang the real deal.



