Oke jadi gini, lo tau gak sih — Bugatti baru aja ngeluarin senjata baru, tapi bukan buat ngebut. Ini lebih ke... karya seni yang bisa jalan. Namanya Bugatti Destrier, dan trust me, ini bukan mobil biasa.
Dari Monster Trek Jadi Patung Berjalan
Jadi gampangnya, Destrier itu basically adalah Bugatti Bolide — yang tau-tau lupa jadwal latihan trek dan memutuskan jadi lebih interested sama dunia fashion. Bolide yang asli itu spesifikasi udah gila: 1.600 horsepower, berat cuma 1.400 kg, top speed 380 km/jam. Singkatnya? Buatan buat nge demolish trek.
Tapi Bugatti bilang, "Eh, bagaimana kalau kita ambillah chassis gila ini terus kita ubah jadi sesuatu yang lebih emosional?" Dan voila — Destrier lahir. Third custom creation dari Programme Solitaire mereka, setelah Brouillard dan FKP Hommage.
Yang bikin standout? Namanya aja udah keren. "Destrier" itu bahasa Prancis kuno buat kuda perang favorit para ksatria medieval. Cocok banget sama vibe mobil yang rendah banget — cuma 100 cm doang. Ini adalah Bugatti ter-rendah yang pernah ada. Wheelbase 20 inci depan, 21 inci belakang, dan bodi-nya itu... susah dijelasin pake kata-kata. Coba bayangin proporsi yang kayak concept sketch tapi jadi nyata.
Sapphire Celeste, Warna yang Bikin Melek
Bagian yang paling chef's kiss? Warnanya. Bugatti namain Sapphire Celeste, yaitu biru gelap yang infused sama partikel mirip berlian. Jadi pas cahaya nyangkut, bodywork-nya sparkle gitu. Ada polish aluminum trim sama tinted carbon-fiber yang nambahin kesan premium.
Fun fact: Warna ini tribute ke salah satu Type 57SC Atlantic paling ikonik — chassis 57591 — yang awalnya pake warna biru serupa sebelum akhirnya di-convert jadi hitam.
Masuk ke interior? Disini sensasinya beda banget sama Bolide yang spartan dan race-focused. Di Destrier, kabin-nya ngerasa lebih kayak tailor workshop premium. Ada leather coklat hangat sama nubuck, plus material 3D-knitted custom dengan copper threads yang ditenun dalam pola circular halo. Inspired by haute couture dan performance sportswear sekaligus — crossover level Maxxx.
Detail lain yang keren: finish hammered aluminum di steering wheel hub, door handles, air vents, sampai entry plates. Semua ng-reference ke hand-crafted armor para ksatria yang udah ngasih nama mobil ini.
Engine yang Sama, Vibe yang Beda
Underneath semua bodywork artesan itu, tetap sama engine-nya: quad-turbocharged 8.0-liter W16 yang ngeluarin 1.600 PS (atau roughly 1.578 hp).
Tapi ya gitu — Destrier nggak dibangun buat chase lap records. Mobil ini ada buat bikin statement. Dan dengan cuma satu unit yang akan dibikin, statement-nya cukup jelas: "Aku ini satu-satunya."
Geek Opinion 🖤
Honestly, lihat Bugatti ngambil chassis se-extreme Bolide terus dijadiin sesuatu yang sama sekali beda itu... it's lowkey genius. Banyak yang mungkin mikir, "Untuk apa ubah senjata trek jadi patung?" Tapi justru disitu seni-nya. Destrier exist buat buktiin bahwa same platform bisa lahir dua hal yang literally tidak ada hubungannya satu sama lain — kayak Le Mans-winning Type 57G Tank dan iconic Type 57SC Atlantic yang share platform yang sama.
Public debut-nya bakal happen di Monterey Car Week, mulai 13 Agustus 2026. Buat lo yang fans mobil premium dan artisan craftsmanship, ini one of those moments yang bakal jadi bahan obrolan lama.
source: Motor1



