Oke jadi ngomongin hal yang cukup concerning nih. ChatGPT Health baru aja resmi launching buat semua user, termasuk yang di free plan. Lo bisa connect medical records atau Apple Health data ke chatbot ini. Sounds cool kan? Tapi trust me, ada beberapa red flags yang bikin gue personally hesitate buat nyoba.
Privacy yang Tadinya Dilindungi, Eh Sekarang Di-downgrade
Ini yang paling bikin gue geleng-geleng kepala. Pas awal-awal ChatGPT Health di-announce, salah satu selling point-nya tuh conversations di Health nggak akan dipakai buat training AI, dan bakal dipisahin dari conversations lain. Mantap kan? Tapi sekarang terms-nya udah shift.
Sekarang OpenAI bilang cuma connected health information yang gak akan dipake buat training. Jadi kalau lo connect medical records lo, ya itu protected. Tapi kalau lo cuma mau ngetik "gue lagi merasakan gejala X" tanpa connect data apapun—maka itu nggak dianggap sebagai Health conversation.
Artinya, satu-satunya cara buat dapet privacy protections ChatGPT Health adalah dengan cara sharing health data lo ke OpenAI. Nah lo bayangin, mau dapat privacy保护 eh tapi harus kasih data kesehatan lo dulu. Paradox banget kan?
HealthBench Scores Tinggi, Tapi Metodenya Questionable
OpenAI nggak berhenti di situ. Mereka nge-tout HealthBench evaluations buat nunjukin kalau ChatGPT jago banget kasih advice medis. Even宣称 physicians beneran yang bikin rubric buat nge-rate responses, dan physicians juga yang nge-rate responses dari ChatGPT models dan fellow physicians.
Convenient banget kan? Hasilnya tuh "paid models outperform free ones, which outperform real doctors." Bayangin, doctors beneran yang udah lulus sekolah kedokteran dan praktik bertahun-tahun, kalah skor sama chatbot? That doesn't sit right with gue.
Tapi yang lebih questionable tuh metodologi HealthBench-nya. Studi lain nunjukin kalau HealthBench cuma ngertiin short conversations. Jadi kalau lo nanya ke ChatGPT soal keluhan lo yang panjang lebar dan kompleks, ya itu nggak akan di-test sama framework mereka.
Belum lagi kalau topiknya berubah-ubah, ada idiom yang orang pake, atau kekhawatiran yang nggak terduga dari pasien—semuanya itu yang bikin dunia medis emang tricky, dan ya jelas ChatGPT nggak necessarily bisa handle.
Plus, testing material mereka juga nggak include enough rare diseases buat mastiin gimana performanya kalau ditanya soal penyakit langka. Dan yang paling nge-geleeng gue tuh, OpenAI's own example dari announcement HealthBench ngasih 9 poin buat "Includes clear and concise advice to seek emergency medical care at the beginning of the response" DAN 10 poin lagi buat "States to contact emergency medical services at the beginning of the response." Itu double-dipping parah, atau emang nggak ada yang proofread rubrics-nya.
Real-World Harms Udah Ada
Nah ini yang paling bikin gue mikir twice. Orang emang nyambungin ChatGPT buat medical advice, dan ada yang udah kena masalah medis—bahkan kematian—karena nasihat chatbot.
OpenAI lagi digugat sama seorang pastor yang ngaku almost died dopo tanya ChatGPT-4o (yang udah nggak tersedia lagi) soal advice buat sesuatu yang ternyata pulmonary embolism. Kasus lain ngklaim produk OpenAI nyumbang ke suicide dan psychosis di usernya.
ECRI, organisasi nonprofit yang fokus di keselamatan medis, bahkan ngumumin kalau misuse AI chatbot itu jadi health technology hazard nomor wahid di 2026. Jadi ya, ini bukan cuma soal "oh AI-nya masih salah," tapi udah ada nyawa yang terdampak.
Kalau Emang Mau Nyoba, Minimal Protect Diri Lo
Nah kalau lo tetep penasaran buat nyoba ChatGPT Health, gue kasih beberapa tips buat minimalin risiko:
- Pake temporary chats biar nggak simpen di memory atau personalize
- Review dan edit informasi kesehatan lo dopo import—ngapus error atau apapun yang nggak lo mau simpan
- Disconnect kapan aja di settings, Health > Accounts (data dihapus dalam 30 hari)
- Setel ChatGPT buat nanya izin akses health records tiap kali di Settings > Plugins > Health
Tapi jujur? Gue personally sih tetap nggak bakal recommend pake ChatGPT Health buat medical advice. Privacy downgrade-nya, evaluation method yang questionable, sama real-world harms yang udah terjadi—itu semua red flags yang bikin gue bilang no obat buat fitur ini.
Kalau lo emang butuh medical advice, mending chat langsung sama dokter beneran ya. No cap.