Lo tau nggak sih, pasar headphone premium itu udah kayak arena pertempuran beneran? Sony, Apple, Bose, semua berebut posisi. Nah, sekarang ada player baru yang berani masuk: Daisy Sound.
Perusahaan startup asal California ini baru aja ngeluncurin produk pertamanya, Daisy One, dan mereka nggak mau tanggung-tanggung. Dengan harga $399 (~Rp 6,4 jutaan), headphone ini memang positioned lebih murah dari kompetitornya kayak Sony WH-1000XM6 atau Apple AirPods Max yang biasanya retail di angka $450-$550. Tapi jangan salah—secara spesifikasi, mereka nggak mau sembarangan.
Build Quality yang Oke Banget
Daisy One menggunakan chassis aluminium dengan head strap dari material TR90 composite—material yang umum dipake di headphone premium. Lo bisa "yeet" (baca: lempar) headband ini dan dia bakal balik ke bentuk semula, jadi ketahanan materialnya keliatan solid. Bobotnya sih sedikit lebih berat dari kompetitor di 318 gram, tapi ya nggak kerasa banget sih untuk daily use.
Fitur koneksinya lengkap: Bluetooth buat nirkabel, USB-C buat charging dan audio digital, plus 3.5mm auxiliary buat yang masih old school. Baterai juga awet—35 jam dengan noise canceling nyala, dan bisa nambah jadi 45 jam kalau lo matiin ANC-nya.
Fitur yang Bikin Beda
Ini yang menarik: Daisy Sound nggak cuma jual audio quality doang. Di dalam headphone mereka udah pre-installed ambient soundscapes khas California—kayak suara ombak, atau suara hutan di Big Sur. Ada juga guided breath-work exercise buat lo yang sering stress di tempat rame kayak bandara.
Ear pads-nya pake magnetic connection, jadi gampang banget lepas-pasang buat cleaning. Warna yang tersedia: silver, biru laut yang dinamain "Pacific", dan hijau cokelat bernama "Kelp".
Geek Opinion
Dengan harga yang lebih murah dari Apple dan Sony, Daisy One kasih lo value proposition yang menarik. $399 buat premium headphone dengan build quality aluminium dan fitur unik kayak ambient soundscapes? That sounds like a solid deal, bro.
Tentu masih ada kekurangan—early reviewers di TikTok ngeluh soal transparency mode yang belum maximal, dan nggak ada opsi replaceable battery (masih jadi PR buat model future). Tapi founder-nya, Jack Mulroe, bilang transparency mode bisa di-upgrade via software patch, jadi nggak sepenuhnya hopeless.
Apakah Daisy Sound bisa survive di pasar yang udah saturated ini? Kita lihat saja. Tapi kalau lo cari alternatif dari brand mainstream, Daisy One layak masuk list pertimbangan lo.



