Gue tau kalian mungkin ngerasa FIFA tuh selamanya stabil dan elite banget, tapi apparently nggak juga sih. Ternyata badan governing football dunia ini lagi gor internal yang udah kayak drama series yang bikin penonton glued to the screen.
Sandor Csanyi, the Man Behind the Drama
Sandor Csanyi, presiden federasi sepak bola Hongaria (MLSZ), baru aja kirim surat terbuka yang pretty much bombshell ke Gianni Infantino. Dalam surat itu, Csanyi bilang kalo dia udah "kehilangan kepercayaan" yang dulu dia pasang ke Infantino. Это huge, bro. Csanyi ini bukan figur sembarangan – dia juga anggota 37-strong FIFA council yang seharusnya jadi badan pengambilan keputusan utama di FIFA.
Kevin Lamour: The Final Straw
Jadi gini, pemecatan Kevin Lamour (COO FIFA) pada Senin kemaren tuh yang jadi pemicu utama. Lamour dipecat setelah dia nyuarain kritik soal rencana Infantino yang mau menjual saham World Cup ke investor swasta – sebuah move yang banyak dianggap sebagai red flag besar-besaran untuk integritas organisasi.
Csanyi dalam suratnya juga nyentil soal "keputusan-keputusan kontroversial" di World Cup tahun ini, termasuk rencana outsourcing kompetisi FIFA ke pihak eksternal. Intinya, Infantino tuh udah dianggap banyak pihak sebagai someone who lost his way.
Who’s With Him, Who’s Against Him?
Nah ini yang seru. Dari 8 wakil presiden FIFA:
✗ Nggak mendukung Infantino (5 orang):
- Aleksander Ceferin (UEFA)
- Victor Montagliani (Concacaf)
- Sheikh Salman bin Ebrahim al Khalifa (AFC)
- Debbie Hewitt (Football Association chair)
- Sandor Csanyi (MLSZ) ← New addition!
✓ Masih mendukung Infantino (3 orang):
- Alejandro Domínguez (Conmebol)
- Patrick Motsepe (CAF)
- Lambert Maltock (OFC)
Jadi perbandingannya 5 vs 3, Infantino tuh minority now. Kalah suara, bro. That’s not a good look for someone who's supposed to be the president.
Geek Opinion
Honestly, ini kayak scenario dimana sebuah perusahaan Fortune 500 yang C-suite-nya udah mulai nggak percaya sama CEO mereka. Kevin Lamour pecat karena谏言 (berani bilang kebenaran), dan sekarang Infantino justru dikritik dari dalam tubuhnya sendiri. Apakah Infantino bisa survive dari ini semua? Kita lihat saja, tapi dari perspektif governance, ini tuh sudah категорически tidak bagus. fifth of eight vice presidents pulling support? That’s a red flag of epic proportions.
Yang jelas, bola-gading-gading FIFA udah di tangan kita semua. Stay tuned buat update selanjutnya, karena drama ini jauh dari selesai.



