Gue lagi baca berita yang bikin gue mikir dua kali tiap mau ngisi tangki. Apparently, driver-driver di Amerika lagi pada kabur dari premium gas, bro. Alias bensin dengan oktan tinggi yang biasanya dipake buat mobil mewah dan mobil sport. Soalnya? Harga yang udah nggak humanized banget.
Data yang Bikin Terkejut
Jadi nih ya, data dari Upside - sebuah aplikasi cashback - nunjukin kalau penjualan premium gas turun 5% pas minggu terakhir Juni 2026 dibanding rata-rata Februari. Meanwhile, penjualan bensin regular MENAIK 10%. Gila nggak tuh? Mid-grade juga turun 2% di periode yang sama.
Patrick De Haan, head of petroleum analysis di GasBuddy, ngomong straight: "Kita hampir selalu lihat premium gas jadi korban pertama kalo harga naik." FIXED. Jadi intinya, begitu bensin mahal, orang langsung migrate ke yang lebih murah.
Kenapa Harga BBM Bisa Semahal Ini?
Kenaikan harga BBM ini ternyata ada hubungannya sama konflik geopolitik yang lagi hangat - yaitu strikes Amerika Serikat ke Iran. Perang ini bikin harga minyak global langsung melonjak. Dan ya, dampaknya ke seluruh dunia, nggak cuma ke Amerika doang.
Untungnya, menurut data dari AAA Fuel Prices, harga rata-rata per gallon udah mulai turun dan tembus di bawah $4.00 di Juli ini. Tapi tetap aja, pain point-nya masih kerasa buat banyak driver.
Mobil yang Bisa 'Downgrade' BBM-nya
Nah ini yang menarik. Beberapa kendaraan emang bisa jalan pake bensin regular tanpa masalah besar. Tapi yang lain? Bisa kena engine knocking alias ketukan mesin yang nggak normal - dan itu bukan becandaan, bro. Bisa bikin mesin rusak permanen.
Mazda ngasih contoh paling jelas. Mereka bahkan advertise peningkatan horsepower dan torque kalo lo pake premium:
Mazda3 / CX-50:
- Regular: 227 HP, 310 lb-ft torque
- Premium: 250 HP, 320 lb-ft torque
Mazda CX-70 / CX-90:
- Regular: 319 HP, 369 lb-ft torque
- Premium: 340 HP, 369 lb-ft torque
Worth it nggak sih selisih power-nya? Buat lo yang sering butuh extra oomph, mungkin iya. Tapi buat yang cuma nyupir biasa? Regular aja udah cukup.
Geek Opinion
Jadi intinya, kalo mobil lo emang bisa aman pake bensin biasa, why not? Tapi kalo pabrikan rekomendasiin premium, mending jangan coba-coba cuma demi hemat. Cost-saving sekarang bisa jadi costly repair nanti. Dan itu bukan main-main.
Solution yang paling ideal sih ya upgrade ke mobil yang lebih irit atau bahkan EV. Tapi kalo emang belum memungkinkan, manfaatin aja selagi bisa. Yang penting, jangan maksa kalo nggak kuat.
Stay smart di jalan, folks! 🚗
Sumber: Bloomberg



