Gue nih nggak nyangka sih, tapi Eddie Howe beneran leave Newcastle United. According to sources, dia udah bilang ke owners Arab Saudi kalau dia mau cabut lebih dari dua minggu yang lalu. Sabarannya habis, bro. Setelah ngurusin Newcastle selama hampir lima tahun dan finally berhasil nawarin trophynya yang pertama dalam 70 tahun, dia mutusin buat mundur. Timing-nya? Agak weird sih, three weeks aja sebelum new season Premier League mulai.
Yang bikin Howe frusrasi itu bukan cuma soal hasil akhir season kemarin yang berakhir di posisi 12, tapi lebih ke kebijakan transfer yang dia rasa udah nggak bisa dia kontrol lagi. Sporting director Ross Wilson udah selling Anthony Gordon ke Barcelona dan Sandro Tonali ke Tottenham. Padahal dua pemain ini kan crucial banget buat skuad. Belum lagi Alexander Isak yang cabut ke Liverpool summer lalu. Rasanya kayak building something special tapi tiba-tiba dirombak gitu kan?
Nah, pengganti Howe ini nggak sembarangan. Matthias Jaissle, 38 tahun, German coach yang lagi handle Al-Ahli. Fun fact: Al-Ahli juga owned by Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, jadi nggak ada halangan buat dia gabung Newcastle. Jaissle ini record-nya gaspol banget — 90 wins, 25 draws, 23 defeats sejak 2023. Dia udah nawarin dua Asian Champions League titles sama Saudi Super Cup. Bahkan dulu waktu di RB Salzburg, dia pernah拿下 Austrian Cup. Credentials-nya? solid banget.
Masalahnya sih, sekarang Newcastle lagi nge-follow kebijakan baru dari PIF — signed young players dengan high resale potential, priced sekitar £20-40m. Summer ini aja udah dateng empat pemain muda (under 20): Ewen Jaouen, Bazoumana Toure, Aladji Bamba, sama Sean Steur. Howe apparently nggak vibe sama policy ini. Dia mau build a competitive team buat compete, bukan focus ke profit.
Kekayaan Howe di Newcastle itu nggak bisa dipungkiri. Waktu dia take over November 2021 dari Steve Bruce, Newcastle lagi di posisi berbahaya banget — nggak pernah menang di 14 game pertama Premier League sejarah. Tapi Howe berhasil спасти mereka dari relegation, dan desde then, dia bawa Newcastle ke dua Carabao Cup finals dan finally nawarin trophynya pertama dalam 70 tahun waktu menang lawan Liverpool di Wembley (2024-25). Dua kali juga qualified buat Champions League.
Alan Shearer, Newcastle legend, bilang dia "very, very surprised" sama keputusannya. "He did a wonderful job so it's a huge thank you to Eddie," cetusnya. Emang sih, timing-nya weird banget dan banyak fans yang concerned sama direction Newcastle ke depan. Tapi ya gimana lagi — kadang hubungan itu memang harus end when things no longer felt right, kan?
Yang jelas, Howe will be remembered sebagai orang yang transform Newcastle dari underdogs jadi proper Premier League contenders. Selamat jalan, boss. Semoga next adventure kamu lebih smooth.



