Oke jadi gue baru baca berita ini dan jujur? Bingung sama pricing strategy mereka sih. European Athletics Championships yang diselenggarakan di Alexander Stadium, Birmingham, justru jadi sorotan bukan karena aksi atletnya, tapi karena harga tiket yang beneran gila dan tribun yang kayak bioskop baru jam 10 pagi.
Ticket Prices yang Bikin Shock
Mari kita breakdown nih ya. Untuk hari pertama kompetisi, Category A tickets itu harganya £110 (sekitar Rp 2,2 jutaan), Category B £90, Category C £60, dan Category D £40. Tapi yang bikin absurdity-nya, kursi-kursi murah (£40-£60) justru yang paling kosong! Stadium dengan kapasitas 23.000 orang ini pada hari Senin malam hanya terisi sekitar 13.000 penonton. Jadi secara visual, tampangnya kayak half-empty gitu.
Food Prices Juga Gas Mahal
Bukan cuma tiket, makanan di dalam stadium juga bikin钱包哭了 (dompet nangis). Bayangin: barbecue pork roll harganya £18.50, bratwurst hot dog £15, dan air mineral aja £3.95. Kalau lo mau makan tiga kali sehari di sana, mending mortgage dulu deh.
Reaksi dari Athlete dan Commentator
Amy Hunt's agent, Nick Harwell, ngomong langsung: "Crazy prices. Such a shame." Steve Cram, BBC commentator dan mantan world champion 1500m, juga mengakui kekecewaannya: "A little disappointing in terms of spectators... there's not very many people at all in those stands."
Yang lebih parahnya, di pusat kota Birmingham pun ga ada signage atau tanda-tanda kalau ada event gede kayak begini. Kayak mau event-nya disembunyiin aja dari warga kota sendiri.
Defense dari Penyelenggara
Birmingham 2026 spokesperson membela diri dengan bilang kalau 50% tiket sudah diharga £30 atau更低, dan ada promo anak-anak £6.31 serta paket keluarga empat orang hanya £30. Mereka juga bilang Friday-Sunday evening sessions hampir sold out.
Tapi jujur? Kalau lo ngikutin athletics, lo tau bahwa sport ini punya precious window di mana tidak ada competing dengan football dan bisa dapat free-to-air TV exposure. Dengan crowd yang sparse kayak begini, malah jadi bad optics buat athletics itu sendiri.
Yang paling ironic sih, beberapa fans nyaranin kursi kosong itu instead disumbangan gratis ke anak-anak dari athletics clubs. Ide yang pretty solid sih menurut gue. Karena kalau athletics mau masuk ke hati masyarakat, harus mulai dari grassroots level - bukan dari ticket prices yang bikin orang mikir dua kali.



