Nah nih vibes-nya, FCC (Federal Communications Commission) finally angkat bicara soal skandal DJI yang selama ini coba ngibulin pemerintah AS. Bayangin lo, ada delapan perusahaan yang sekarang lagi diinvestigasi dan masing-masing kena denda $25,000 — all because they ghosted FCC's letters. Keren kan? Mereka punya waktu sampai Senin, 20 Juli (itu cuma 10 hari kalender, bro) buat bales pertanyaan FCC sebelum aksi lebih lanjut diambil.
Delapan 'Kapten' yang Lagi Di-Edge
Jadi ini dia delapan perusahaan yang sekarang lagi hot topic: Cogito Tech, Fixaxo Technology, Lyno Dynamics, SkyhighTech, Spatial Hover, SZ Knowact, WaveGo Tech, dan Xtra Technology. Semua didenda karena mereka nggak mau jawab surat FCC — which is honestly a red flag terbesar. Satu pun nggak bales. KayakGhosting level max.
Kelompok ini dikenal sebagai "DJI front companies" — istilah yang dipopulerkan sama watcher Konrad Iturbe. Intinya, mereka ini supposed-nya perusahaan independent, tapi faktanya nge-support DJI buat masukin produknya ke pasar AS despite the ban. Beberapa dari mereka kayaknya emang kurang pandai hide evidence.
Xtra Muse: The Main Character of This Story
Mari ngomongin tentang Xtra Technology — ini dia yang paling audacious parah. Mereka ngiklan produk bernama Xtra Muse yang identik banget sama DJI Osmo Pocket 3. Bedanya cuma branding doang, bro. Bahkan The Verge ngetes dan nemuin bahwa produk ini terlalu identik buat disebut "clone" — they basically just换了包装 (eh, sorry — maksudnya mereka cuma ganti box doang).
Dan lo tau nggak? Xtra lagi ngumpulin $20 deposit buat "Xtra Muse 2 Pro" yang appear to be DJI Pocket 4 Pro disguised. Slogan mereka "From Pocket to Pro" — hint-hint-wink-wink banget kan? FCC even credited The Verge story dalam investigasinya, which is nice validation.
FCC Also Going After the Testing Lab
Tapi yang lebih interesting, FCC juga nargeting lab testing yang help these products get through FCC certification. SGS-CTST Standards Technical Services Co — which is based di Shenzhen, China — lagi dalam proses didiskualifikasi sebagai accredited test lab.
Alasannya? SGS Shenzhen 15% owned oleh China Standard Science & Technology Group Company Limited, yang mana wholly-owned sama China National Institute of Standardization. Dengan kata lain: PRC (People's Republic of China) udah ditetapkan sebagai "foreign adversary" sama US Department of Commerce based on numerous Executive Branch sources.
What This Means for DJI Products
Jadi intinya, aturan FCC sekarang udah berubah. Untuk import, jual, atau market gadget yang pakai radio frequencies di AS, lo butuh FCC authorization. Tapi sejak 22 Desember, FCC nambahin semua foreign drone companies ke "Covered List" — which means FCC nggak bisa kasih authorization ke perusahaan-perusahaan ini karena national security risks.
FCC juga udah give themselves power buat retroactively ban produk yang udah dapat authorization — even if mereka cuma contain components dari banned company. Jadi nggak perlu drone; kalau sebuah kamera punya DJI radio transmitter, FCC could ban it from sale, import, dan marketing di AS.
DJI managed get Osmo Pocket 4 Pro through FCC authorization on November 26th, ahead of the ban, dan Xtra juga dapat dokumen mereka through on June 17th. Tapi sekarang? Neither set of documents muncul di FCC's search engine. Gone. Poof.
DJI didn't respond to The Verge's request for comment — which honestly, speaks volumes.
Intinya, DJI lagi dalam posisi yang sangat tidak enviable. Produk mereka masih bisa di-ban retroactively, front companies mereka kena investigasi, dan testing lab support mereka lagi di-deauthorize. Lo mau tau apa yang bakal terjadi selanjutnya? Sabar, bro — kita pantau terus.



