Apa yang Terjadi?
Feeld, aplikasi kencan yang diluncurkan pada 2014 sebagai 3nder, awalnya dikenal sebagai platform untuk orang-orang yang tidak cocok dengan norma kencan tradisional. Namun, sekarang aplikasi ini dikritik karena semakin banyak pengguna 'vanilla' yang bergabung, sehingga membuat aplikasi ini kehilangan identitas aslinya.
Detail Teknis
Menurut data yang dirilis oleh Feeld, aplikasi ini telah mengalami pertumbuhan 368% dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan 200% dalam jumlah pengguna baru. Fitur 'Reflections' yang baru diluncurkan oleh Feeld, adalah sebuah survei yang bertujuan untuk membantu pengguna menemukan preferensi dan batasan mereka dalam kencan. Fitur ini dikembangkan oleh Apryl Williams, seorang profesor dari University of Michigan.
Apa yang Baru?
Feeld telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan jumlah pengguna 'vanilla' yang bergabung. Banyak pengguna lama yang merasa bahwa aplikasi ini telah kehilangan identitas aslinya dan menjadi 'normie hell'. Namun, CEO Feeld, Ana Kirova, berharap bahwa fitur 'Reflections' dapat membantu pengguna menemukan preferensi dan batasan mereka dalam kencan, sehingga membuat aplikasi ini lebih berguna bagi semua pengguna.
Opini
Sebagai seorang geek, saya pikir bahwa Feeld telah kehilangan identitas aslinya dengan semakin banyak pengguna 'vanilla' yang bergabung. Namun, saya juga berpikir bahwa fitur 'Reflections' dapat membantu pengguna menemukan preferensi dan batasan mereka dalam kencan, sehingga membuat aplikasi ini lebih berguna bagi semua pengguna. Tapi, masalahnya, apakah Feeld masih bisa menjadi platform yang aman dan nyaman bagi komunitas non-tradisional dan kink-friendly?



