Gue lagi scroll-lalu ketemu sesuatu yang bikin gue berhenti nafas. Seriously, ini bukan clickbait.
Niels van Roij Design, studio coachbuilding asal Netherlands, baru aja reveal project gila mereka: Daytona Shooting Brake Hommage. Kayaan mereka ambil basis Ferrari 599 GTB Fiorano—yang udah discontinue lebih dari satu dekade—terus diubah total jadi shooting brake dengan bodi aluminium all-new. Tapi yang bikin gue melongo bukan itu. Ini soal bagian belakangnya.
Bagian Belakang yang Bikin Meleleh
Oke, kita ngomongin trunk area yang dibuka pake remote control, dengan sistem dual butterfly opening kayak sayap kupu-kupu. Literally. Lo bisa liat video dia buka tutup, dan rasanya kayak nonton art installation bergerak.
Desainnya ngacu ke Ferrari 365GTB/4 Daytona Shooting Brake tahun 1972—yang itu juga one-off, commissioned sama Luigi Chinetti (three-time Le Mans winner, by the way). Tapi Niels van Roij nggak cuma niru. Mereka render ulang legacy itu jadi contemporary car design yang kompleks banget.
"Rendering the legendary '72 shooting brake into a contemporary piece of car design was complex. We intended to celebrate the classic, but ensured we were not limited by it in our creativity," jelas Niels van Roij.
Specs yang Nggak Bisa Dianggap Enteng
Mesinnya? Masih pakai jantung asli Ferrari—6.0-liter V12 yang ngeluarin 610 horsepower. Transmisi F1 six-speed automated manual (bukan yang gated manual, tapi still). Soalnya ini bukan Ferrari lagi, mereka lepas logo Prancing Horse-nya dan ganti jadi tulisan "Daytona" di depan.
Semua body panel original 599 dicopot kecuali pintu. Velg masih pakai milik 599. Headlights depan diubah jadi horizontal dengan amber reflector yang homage ke Daytona. Visibilitas belakang? Improved banget berkat kaca yang ada di mana-mana.
Interior juga di-tweak—gauge dipindah ke tengah, kayak Mini Cooper. Ini detail yang gue suka, karena mereka nggak asal comot, tapi ngerti esensi user experience.
Geek Opinion
Okay, jujur. Gue nggak akan nge-beli ini (karena ya nggak mampu, tapi misalnya mampu), gue akan beli ini. Kenapa?
Pertama, V12 naturally aspirated. No turbo, no hybrid, just pure combustion glory. Suara mesinnya pasti like a symphony orchestra on steroids.
Kedua, ini one-of-one. Lo nggak akan ketemu mobil ini di mall atau di jalan. Except kalau lo yang punya, dan lo bawa ke Car Week.
Ketiga, ini adalah bukti bahwa coachbuilding masih hidup. Di era EV dan autonomous driving, masih ada orang yang bikin mobil custom kayak ini dengan tangan dan kreativitas. That hits different.
公共 debut-nya di Royal Automobile Club, Woodcote Park, UK. Jadi kalau lo berada di UK dan mau lihat langsung, gas aja.
Motor1's Take: This is a beautiful tribute to the Ferrari Daytona, complete with a roaring V12 engine and all. Agree banget.



