Lo tau nggak, kamera point-and-shoot lagi naik daun lagi? Yup, di era smartphone yang kameranya oke banget, tiba-tiba banyak orang balik ke kamera sederhana yang retro banget. Kodak Charmera masih laris manis, dan sekarang Godox—yang biasanya bikin equipment lighting buat fotografi—masuk ke ranah ini dengan C100. Dan trust me, produk ini beda banget dari yang lain.
Viewfinder LCD Transparan? Say What?
Yang bikin C100 ini stand out adalah viewfindernya yang pakai transparent LCD. Jadi nggak ada color preview screen di bagian belakang—lo nggak bisa liat foto yang lo ambil langsung di kamera. Sebagai gantinya, ada viewfinder transparan yang bisa nunjukin info kayak battery life, shooting settings, dan yang paling hype: light meter!
Light meter ini bukan mainan biasa—lo bisa ngukur brightness dari frame lo, terus kasih saran exposure settings yang bisa lo pake di kamera lain. Perfect buat lo yang kerja bareng multiple cameras atau butuh akurasi cahaya yang proper.
Spesifikasi C100: Simpel Tapi Oke
- Berat: Cuma 65 gram—ini lebih ringan dari sebagian besar smartphone!
- Storage: microSD card up to 128GB
- Aspect Ratios: Empat pilihan, termasuk 16:9 dan 1:1
- Koneksi: USB-C buat transfer ke PC atau mobile device
- Wireless: Nope, nggak ada WiFi atau Bluetooth
Jadi intinya, ini kamera yang bener-bener minimal—nggak ada gimik berlebihan, fokus ke esensi foto dan video aja.
Harga: Murah Banget, Cuma $29!
Di China, C100 dibandrol ¥199 atau sekitar $29 (kurang lebih Rp470 ribuan). Dengan harga segitu, lo udah dapet:
- Kamera yang super portable
- Viewfinder unik dengan info display
- Light meter terintegrasi
- USB-C connectivity
No obat kan? Fitur light meter aja biasanya butuh device terpisah yang bisa lebih mahal dari ini.
Geek Opinion
Menurut gue, C100 ini concept-nya gaspol banget. Godox emang udah terkenal di dunia photography equipment, jadi masuk akal mereka bikin something yang out of the box. Viewfinder transparan itu fresh—bikin lo ngerasa kayak photography enthusiast zaman dulu yang harus prep sebelum shoot.
Tapi ya ada trade-off-nya: lo nggak bisa preview foto langsung. Jadi kalau lo tipe yang butuh instant gratification, ini bisa jadi red flag. Tapi kalau lo enjoy prosesnya dan suka hasil yang "surprise", ini justru value added.
Sayangnya, belum ada info apakah C100 bakal released secara internasional. Kalau Godox bring ini ke Indonesia dengan harga masuk akal, ini bisa jadi game changer di segment kamera budget-friendly. Fingers crossed ya Godox!



