Oke, gue mau tanya dulu—lo pikir acara automotive paling epic di dunia itu apa? Geneva Motor Show? Los Angeles Auto Show? Sorry bro, tapi menurut gue semua itu nothing compared to Goodwood Festival of Speed. Dan setelah gue finally bisa ngerasain langsung di event 2026 kemarin, gue makin yakin sama statement itu.
Goodwood House: Lebih dari Sekadar Mansion
Goodwood House itu nggak sekadar rumah mewah biasa, guys. Bangunan yang dibangun sejak 1617 ini udah jadi rumah buat para Duke of Richmond selama lebih dari 400 tahun. Tapi setiap summer, estates seluas 11.000 acre di West Sussex, Inggris ini berubah jadi playground buat para automotive enthusiast dari seluruh dunia.
Acaranya mulai dari 1993, didirikan oleh Charles Gordon-Lennox alias Earl of March. Awalnya dia mau balikin motorsport ke Goodwood setelah sirkuitnya berhenti adain races besar. Tapi daripada reopen sirkuit, dia punya ide yang lebih chef's kiss: pake jalan masuk sepanjang 1,16 mil sebagai jalur hill climb, dan kumpulkan mobil-mobil terbaik dunia di halaman rumahnya. Boom—Festival of Speed lahir.
Pengalaman Pertama Naik Hill Climb
Nah, ini bagian yang paling mind-blowing dari pengalaman gue. Meskipun udah attend Festival of Speed selama beberapa kali, gue never actually naik hill climb—bukan sebagai driver, bahkan bukan juga sebagai passenger. Baru tahun ini gue finally dapet kesempatan, dan bukan pakai mobil sembarangan: Bentley Continental GTC Speed.
Buat yang belum tau, Continental GTC Speed ini hybrid convertible yang menghasilkan 771 horsepower dan 738 pound-feet of torque. Anggep aja lo punya kekuatan buat reach 60 mph dalam 3,2 detik dan top speed 191 mph. udah overkill? Nah, itu baru awal ceritanya.
Di balik kemudinya ada André Gies—Vehicle Dynamics Manager Bentley sekaligus GT3 racer berpengalaman. Dude ini tau setiap bump, setiap braking point, dan setiap section yang bisa bikin driver celaka. Terutama那块 dinding yang terkenal * unforgiving*, dimana banyak mobil mahal ketahuan meet an unfortunate end setiap tahunnya.
Supercar Paradise + Chinese Brands Join The Party
Even dari paddock aja udah bikin mata lo berkedip-kedip nggak percaya. Ferrari F80 ada di depan kita. Apollo IE beberapa mobil di depan. Pagani Utopia ng standby di pinggir. Koenigseggs, Lamborghinis, Ferraris lainnya—muncul dari mana-mana kayak Pokémon yang lagi gacha. Dan yang paling unexpected? Ada Lightning McQueen juga mau naik track. Kachow!
Tahun ini Chinese automakers punya kehadiran paling kuat. BYD? Display mereka nggak mungkin kelewatan. Denza dan beberapa brand lainnya occupies section yang gede banget di showgrounds. The times they are a-changin' buat real.
Yang lain juga nggak mau kalah—Red Bull RB17, Hennessey Venom F5-M, Gordon Murray T.50s Niki Lauda, dan puluhan hypercar lainnya menarik perhatian crowd sepanjang weekend. Bentley sendiri menampilkan Continental Supersports terbaru, sementara Lamborghini bawa Urus SE Performante.
Hill Climb-nya? Far Wilder Than It Looks
Gue akuin: sebelum naik, gue not expecting itu bakal segalau itu intense. Dari pinggir lapangan atau di TV, keliatan cepat emang—tapi ya kan... itu cuma driveway rumah orang yang dikasih hay bales dan spectatos. How wild could it really be?
Jawabannya: far wilder than it looks.
Driver gue langsung buries the throttle dan Bentley meledak dari start line menuju right-hander pertama. Launch-nya violent, tapi corner pertama yang bikin lo realize kecepatan asli. Dinding-dinding, hay bales, dan pohon-pohon rushing toward lo jauh lebih cepat dari yang pernah lo liat di camera.
Lewat sweeping opening section, André Gies coba entertain crowd dengan slide seoptimal mungkin—sayang dia lupa disengage ESC sebelum start. 😬
Ketika course nya sempit di back half, challenge jadi lebih obvious. Section yang terkenal di squeeze antara stone wall dan hay bales itu remarkably tight, leaving almost no margin for error—especially di Bentley yang udah gede.
Nah, pas lo blast masuk final straight dan melewati beberapa belokan terakhir, lo bakal realize: Goodwood Hillclimb itu bukan gimmick. It's a genuinely demanding piece of track yang minta respect. Dan setelah gue finally ngerasain dari dalam mobil, gampang ngerti kenapa banyak driver yang leave a little paint behind setiap tahunnya.
Kesimpulan: Get Your Ass to Goodwood
Di dunia yang makin banyak revolve around screens dan smartphones, kesempatan buat ngerasain Goodwood secara langsung itu jadi reminder yang pas—tentang apa sih sebenarnya yang bikin kita love kendaraan-kendaraan ini. Lo bisa denger engine nya, sentuh metal nya, nonton mereka naik hill, dan kalau beruntung—lo bisa ikutan masuk track.
Videos don't do it justice; you've gotta get your ass to Goodwood.
Jadi, lo yang udah pernah ke Goodwood—Hill Climb experience lo gimana? Cerita di kolom komentar! 🚗💨



