Oke jadi sekarang Google emang lagi gencar banget masukin AI ke seluruh produk mereka. Dan yang terbaru, Google Maps—app navigasi yang udah jadi kebutuhan primer banyak orang—dapat "treatment" yang sama. Dengan Gemini yang udah integrated ke Maps, lo bisa pakai fitur "Ask Maps" buat nemuin restoran, penginapan, atau tempat nongkrong yang cocok. Nah, sekarang Google ngakuin kalau fitur ini makin jago: Agentic Food Ordering.
Ask Maps: Chatbot AI yang Bisa Bantu Pesen Makan
Singkat cerita, awal Maret kemarin Googleroll out "Ask Maps," yang basically kayak chatbot di dalam Google Maps. Lo bisa ngobrol sama Maps buat nyari tempat makan sesuai kriteria spesifik—misal restoran yang available buat enam orang di tanggal tertentu, dengan pertimbangan dietary restrictions. Keren kan? Nah, sekarang Google expand lagi fitur ini dengan kapabilitas "agentic" yang lebih advanced.
Menurut pengumuman resmi Google, starting today, Ask Maps bisa handle "complex, multi-step tasks" termasuk fungsi-fungsi yang bisa dia handle on behalf lo. Flagship feature-nya? Ya, ordering food. Atau minimal, starting an order.
Fitur Ini Bisa Bantu Pesen Makan... Tapi Setengah-setengah
Mari kita jujur. Lo bisa ketik sesuatu kayak, "order spicy pad keemao with seafood for me to pick up on my way home." Sounds amazing right? Tapi ini dia realitanya:
- Ask Maps akan cari restoran yang buka di route Pulang lo
- Bisa nge-consider previous orders dan dietary needs lo
- Tapi begitu ada opsi, lo tetep harus milih restoran sendiri
- Begitu lo pilih, baru agentic features-nya jalan: dia bakal nambahin item ke cart lewat Square dan Toast (UberEats support coming soon)
- Dan yang paling penting: Ask Maps nggak bakal langsung order. Lo masih harus review manual dan approve sebelum restoran receive order-nya.
Jadi intinya, AI-nya cuma bantu nyusun order di cart doang. Lo tetep harus klik-klik sendiri.
Fitur Agentic Lainnya yang Also Kinda Mid
Selain food ordering, update ini juga include:
- Hotel search: Lo bisa minta "find me a decently priced, top-rated hotel with an artsy vibe, within walking distance from a gym and restaurants" dan Ask Maps bakal bandingin harga dan availability
- Event search: Concerts, comedy shows, etc.—Ask Maps bakal surfacing results, tapi lo tetep harus klik sendiri buat beli tiket
- Personal Intelligence: Fitur yang ngambil data dari Gmail dan Google Calendar lo buat hasil yang lebih personal. Contoh: "things to do before your afternoon flight" dan Maps bakal nge-access flight info dari calendar lo
- Live transit widget: Buat pantau info public transit secara real-time
- Conversational editing: Bisa edit info di Maps lewat chat, lengkap dengan photo attachments
Geek Opinion: Keren, Tapi... Kenapa Sih?
Nggak gonna lie, gue personally belum coba fitur ini (karena emang belum rollout di region gue). Tapi dari deskripsinya, gue masih belum ngerasa "the vision" yang dijanjiken companies kayak Google.
I mean, mereka promise bahwa agentic features bakal save our time dan rescue kita dari tedious tasks. Tapi realitanya? Fitur ini mungkin hematin lo 30 detik—waktu yang dipake buat nyusun order di cart. That's about it. Lo tetep harus intervene di multiple aspects, dan seluruh proses malah keliatan lebih ribet daripada lo langsung masuk ke app restoran, nyusun order, terus checkout.
Dan ngomong-ngomong soal ribet: gimana kalau lo order multiple items buat beberapa orang dengan dietary restrictions? Gue personally nggak yakin mau trust AI buat handle that. The last thing anyone needs adalah AI hallucinating dan lupa note sesuatu yang cuma butuh label allergy.
Maybe ini emang baru step pertama menuju future di mana Google Maps beneran bisa complete order buat lo tanpa intervensi. But honestly? I'm not sure I'd ever want it to. Ada kalanya emang lebih cepet dan reliable kalau lo kerjain sendiri.
What do you think so far? Trust the process atau lebih suka kontrol penuh atas order lo?