Oke jadi lo tau nggak, Gianni Infantino—presiden FIFA—baru aja bikin red flag besar di dunia futbol international. Dia tuh nekat dateng ke meeting Caribbean Football Union (CFU) di Punta Cana, Dominican Republic, padahal udah dimintain mundur sama Victor Montagliani, presiden Concacaf.
The thing is, Montagliani udah kirim surat formal ke Infantino buat "reconsider attendance" karena meeting ini seharusnya fokus ke turnamen under-14. Tapi Infantino tetep dateng dengan entourage gede, termasuk Secretary General Mattias Grafström dan Elkhan Mammadov—yang tugasnya emang lobbying ke 211 anggota FIFA.
Duit Bisa Beli Dukungan? Infantino Bilang Iya
Nah ini yang bikin banyak negara Concacaf fuming banget. Infantino pakai kesempatan itu buat announce proyek pengembangan yang dibiayain FIFA, dengan dana jutaan dollar yang udah lama ditunda. Kayak mau bribe gitu lah secara halus.
Beberapa sumber bilang tim Infantino emang sengaja approach individual member associations buat minta dukungan. Mammadov yang emang jadi director of member associations played central role di upaya ini sejak skandal Forward Enterprise meledak.
Hal ini echo complaint dari Jordan FA yang diasosiakan Prince Ali bin al-Hussein. Prince Ali udah accuse Infantino所说的***"bribery"*** karena Jordan belum dapat hadiah uang dari Arab Cup tahun lalu gegara nggak dukung Infantino.
Mexico, Grenada, sama St Kitts & Nevis udah Switch Team
Meskipun banyak yang geram, ada juga negara yang break away dari Concacaf stance. Mexico, Grenada, dan St Kitts & Nevis udah declare dukungan buat Infantino. Tapi according to sources, mayoritas dari 41 anggota Concacaf tetep back aliansi dengan UEFA yang advocated by Montagliani.
Nah yang menarik, UEFA dan Concacaf lagi dalam tahap diskusi buat bikin joint Nations League di 2028—yang bisa jadi awal dari kompetisi global baru. Ini menunjukkan partnership mereka nggak cuma soal politik, tapi juga soal struktur kompetisi futuras.
Geek Opinion: Epic Fail Diplomacy
Real talk ya, dari perspektif governance, move Infantino ini tuh no obat banget. Dengan cara high-handed kayak gitu, dia justru makin isolate diri. Bukannya mendamaikan, malah bikin banyak relationship rusak.
Yang bikin sad sih, ini nunjukin gimana power bisa bikin orang kehilangan sense of judgment.duit dan political maneuvering jadi prioritas, bukan nasib footballers itu sendiri.
Semoga suatu hari FIFA bisa balik ke seharusnya: governing body yang fokus ke beautiful game, bukan drama internal yang bikin fans worldwide facepalm. | #FIFA #GianniInfantino #FootballPolitics #Concacaf #Football



