Apa yang Terjadi?
Jutaan orang sudah menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT untuk perencanaan keuangan. Menurut survei Lloyds Bank, lebih dari setengah responden menggunakan AI untuk saran finansial.
Detail Teknis
Namun, ahli memperingatkan tentang batasan yang jelas, termasuk Otoritas Konduk Finansial Inggris yang baru-baru ini memperingatkan tentang halusinasi AI. Sebuah tes oleh Which? pada November menunjukkan bahwa chatbot populer seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan Meta AI hanya mencapai skor 55-71 persen.
Apa yang Baru?
Tekanan pada industri keuangan sangat besar, dengan penyedia pensiun seperti Scottish Widows yang sekarang mengembangkan alat AI mereka sendiri. Seorang insinyur perangkat lunak berusia 41 tahun bahkan menggunakan ChatGPT untuk merestrukturisasi portofolio senilai $200.000-nya.
Opini Gue
Gokilnya lagi, sebagai seorang geek, gue pikir ini adalah tren yang sangat menarik. Tapi masalahnya, kita harus tetap waspada tentang batasan AI. JPMorgan strategist John Bilton memperingatkan bahwa jika pengguna menggunakan AI sebagai alat investasi bukan sebagai alat data, maka itu akan membuat bias perilaku yang lebih kuat. Nah, kita harus tetap sadar tentang hal ini dan menggunakan AI dengan bijak.



