Gue lagi nonton konten tentang mobil-mobil kecil di Eropa, terus nemu sesuatu yang quite interesting. Jadi gini, Mobil-mobil di kota Eropa emang makin kecil aja, dan Chinese EV udah domina banget di segment microcar. Tapi ada satu startup Spanyol yang gak mau nurut sama jalur biasa — namanya Liux — dan mereka lagi ngejar dream mereka dengan Liux Big.
Hook: Eropa Punya "Yoghurt Pot" Baru, dan Ini Bukan Cuma Imut Doang
Dulu kita kenal "yoghurt pots" — julukan buat mobil-mobil mungil asal Italia yang lucu banget. Tapi sekarang? Chinese EV udah kuasai pasar, bahkan Smart yang iconic aja now made in China. Nah, Liux muncul dengan strategy berbeda: mereka gak cuma jual mobil kecil, tapi jualan sustainability sebagai core value mereka.
"The idea of a European car does not exist," kata Antonio Espinosa delos Monteros, co-founder Liux. Statement yang quite bold sih, tapi masuk akal kalau lo pikirin bahwa supply chain mobil zaman now emang global banget. Liux gak ngaku sovereignty penuh, tapi mereka tetap keep sustainability sebagai north star mereka.
Technical Detail: Body dari Linen, Baterai Bisa Cas dari Panel Surya ☀️🔋
Ini yang bikin Liux Big stand out dari kompetitor. Body mobil ini terbuat dari biocomposite berbasis linen yang innovatif — material yang bisa diekstrak dan didaur ulang later. Espinosa, yang sebelumnya co-founded Auara (brand B Corp asal Spanyol), emang punya background kuat di circular economy.
Spesifikasi yang worth attention:
- Baterai: 15 kWh dan 20 kWh (dua versi)
- Trunk: 260 liter — impressively large untuk mobil seukuran ini
- Homologasi: L7e compliant (European classification untuk light vehicles)
- Harga: Di bawah €18,000 (~ Rp350 juta) sebelum EV subsidies
- Produksi: Pabrik di Azuqueca de Henares, satu jam dari Madrid — first new car plant di Spanyol dalam 30+ tahun!
Liux ngaku production capacity mereka bisa capai 20,000 mobil per tahun بحلول 2030. Dengan 7,500+ orang di waiting list (gratis, btw), demand emang udah ada.
Key Features: Bukan Cuma Ringan, Tapi Beneran Aman
Yang gue suka dari approach Liux adalah mereka gak mau bikin mobil yang ringan CUMA karena frame-nya lemah. Sancho (co-founder dengan background engineering EV, termasuk hypercar Bóreas) nentuin standar keamanan yang lebih tinggi dari kategori mereka.
Meskipun kategori L7e gak require crash tests, Liux tetep ngadain test buat slalom, braking, dan manuver lainnya. Mereka bahkan udah demonstrate kemampuan ini ke media, termasuk test drive off-road version yang upcoming.
Selain itu:
- Baterai bisa cas dari rumah, termasuk dari solar panel
- Easy maintenance buat avoid fast obsolescence cycle
- Material design yang emang built for second life — bukan cuma lab concept doang
Geek Opinion: Sustainable Tapi Gak Mau Kalah dari Chinese EV? Gaspol! 🔥
Lo tau gak, segment microcar ini emang crowded banget. Chinese EV udah domina dengan harga murah dan production scale gede. Tapi Liux nemu celah yang interesting: sustainability tanpa kompromi di safety dan usability.
Harga mereka emang ada di higher end (~Rp350 juta), tapi lo dapet:
- Material yang truly recyclable
- Production lokal di Eropa
- Design yang actually safe dan fun to drive
Target market mereka juga realistic — household's second car buat city dweller aged 55-60. Bukan mau replace mobil keluarga, tapi jadi opsi sustainable buat daily commute singkat.
Liux juga open ke B2B fleet partnerships dan potential collaboration buat autonomous driving. Dan dengan €16 juta funding yang udah diamankan, mereka siap bring Liux Big ke market semester pertama 2026.
Long story short: Liux Big bukan cuma mobil kecil yang cute. Ini statement bahwa sustainable mobility bisa competitive bahkan lawan Chinese EV. We love to see it. 🌍✨
Source: TechCrunch



