London lagi jadi "war zone" baru buat teknologi robotaxi, dan sekarang giliran Baidu yang masuk arena! 🎯
Chinese tech giant Baidu baru aja mulai uji coba kendaraan otonom mereka di London, dan ini bagian dari kemitraan strategis mereka sama Lyft dan Freenow — aplikasi taxi & multi-mobilitas asal Jerman yang baru diakuisisi Lyft tahun lalu dengan nilai sekitar $197 juta. Testing udah dimulai sejak Selasa dengan human safety operators di balik kemudi, jadi belum fully driverless ya gaes.
Spesifikasi Gila: Kendaraan yang dipake adalah Apollo Go RT6, robotaxi purpose-built dari Baidu yang emang udah dirancang khusus buat layanan otonom. Testing tahap awal ini bakal beroperasi di borough Brent, London, dan puluhan unit udah disiagakan. Perusahaan bilang kalau mereka masih diskusi sama safety officials, Transport for London (TfL), dan Centre for Connected and Autonomous Vehicles (CCAV) buat memastikan semuanya aman dan合规.
Timeline dan Business Model: Baidu dan Freenow by Lyft (nama resminya sekarang) nggak kasih detail timeline yang spesifik, tapi targetnya publik bisa naik robotaxi ini sekitar tahun 2027, tergantung approval regulasi. Hal yang menarik adalah mereka bakal pakai model hybrid network — istilah yang sama kayak yang dipake Uber. Artinya, human drivers (taxi dan private-hire) bakal tetep kerja bareng robotaxi dalam satu platform. CEO Freenow by Lyft, Thomas Zimmermann, ngomong kalo prioritas mereka adalah memastikan teknologi otonom ini "support" professional drivers, bukan menggantikan.
Geek Opinion: Kalau lo perhatiin, London emang lagi jadi "hotspot" buat robotaxi battle. Waymo udah mulai testing di sana sejak April, dan Uber x Wayve juga udah announce rencana launch tahun ini. Sekarang Baidu masuk dengan ekosistem Lyft + Freenow, berarti potensi competition di sana makin seru. Yang bikin интересный adalah model hybrid ini — artinya para driver nggak langsung digerus, tapi harus adaptasi sama ecosystem baru. Kita tunggu aja kapan Indonesia ikutan masuk daftar ini... 🇮🇩
Sources: TechCrunch



