Lo tau gak sih, orang yang bikin FaceID di iPhone lo sekarang lagi ngembangin teknologi yang bisa scan otak manusia pake AI? Gak kidding! Gidi Littwin, co-inventor FaceID dan Vision Pro, baru aja raise $52 juta atau sekitar Rp800 miliar buat startup-nya yang bernama Hemispheric. Dan yang bikin mind-blowing, teknologi ini bisa bantu deteksi kondisi kesehatan mental kayak depresi, PTSD, bahkan Parkinson — tanpa harus bedah kepala sama sekali.
Gimana Sih Cara Kerjanya?
Jadi gini skema-nya: Littwin dan timnya ngumpulin data dari 100.000 sukarelawan yang tersebar di Asia, Tel Aviv, dan Boston. Mereka rekam sekitar 250.000 jam aktivitas otak — dan ini bukan proses boring ya, subjek diminta main "game" yang nge-aktifin bagian otak tertentu. Data massive ini потом dipakai buat training deep learning model yang bisa "baca" aktivitas listrik di dalam otak kita.
Intinya, cara kerja model AI-nya mirip kayak Large Language Model (LLM) yang analyze teks buat ngerti makna. Tapi ini analyze sinyal otak. Pasien cuma perlu pake headset EEG ringan selama sekitar 15 menit sambil main aplikasi di tablet. AI-nya akan decode sinyal-sinyal otak itu dan bantu clinician bikin diagnosis yang akurat.
Kenapa Ini Jadi Game-Changer?
Selama ini, cara dokter diagnosis gangguan kognitif kayak Alzheimer atau Parkinson masih sangat subjektif — mereka rely on kuesioner dan pengamatan perilaku. Tapi otak setiap orang "signature" -nya beda, jadi kondisi yang sama bisa muncul beda-beda banget di setiap orang. Dengan teknologi Hemispheric, dokter bisa dapat data objektif yang didukung AI.
"Masa depan yang kita bayangin adalah kayak tes darah — device-nya sangat murah dan bisa didistribusikan ke klinik kesehatan mental, rumah sakit, bahkan kantor psikolog," kata Hagai Lalazar, co-founder Hemispheric. Plan mereka udah submit produk pertama (untuk study PTSD) ke FDA awal tahun depan dan berharap bisa launch ke publik di 2027.
Geek Opinion: ini sih next-level banget!
Mental health tech emang lagi hot banget, dan Hemispheric masuk dengan approach yang beda dari startup AI kesehatan lain. Mereka gak cuma mau diagnosis, tapi juga mau predict dan monitor progress treatment. Plus, tim mereka pengalaman banget — Littwin udah biasa handle "hundreds of thousands of subjects' worth of data" pas di Apple. That level of experience matters banget buat train model yang reliable.
Tapi yang paling hype dari sini adalah visinya mau bikin brain scan jadi se-mudah tes darah. Bayangin kalau nanti kita bisa screening kondisi neurologis sejak dini dengan cara yang cheap dan non-invasive. No obat, no surgery, tinggal pakai headset doang. Gaspol banget kan? 🚀



