Lo tau nggak, Microsoft tuh kayaknya lagi pengen simplify hidup kita — atau malah bikin ribet? Pihak mereka baru aja ngumumin bahwa mereka akan menggabungkan dua aplikasi Copilot yang selama ini terpisah jadi SATU unified app. Yup, gaes, Copilot untuk consumer dan Microsoft 365 Copilot buat professional akan merger jadi satu platform. Kabar baiknya? Lo ga perlu lagi bolak-balik antara dua app yang mirip tapi beda. Kabar kurang enaknya? Tiga fitur yang mungkin lo sayang bakal dihapus permanen.
Apa yang Beneran Berubah di Unified Copilot App?
Jadi gini ceritanya, selama ini Microsoft Copilot tuh... berantakan banget kalau dibandingkan sama ChatGPT, Gemini, atau Claude. Perusahaan ini punya dua produk AI yang berbeda: "Copilot" buat consumer yang ngebandingin diri sama ChatGPT, dan "Microsoft 365 Copilot" buat professional yang dipake bareng Word, Excel, dan aplikasi kerja lainnya. Unless lo beneran immersed dalam ekosistem AI Microsoft, lo bakal bingung setengah mati nyoba bedain fitur dan plan yang mana punya siapa.
Nah, dengan unify app yang baru ini, intinya semua aktivitas AI Microsoft bakal centralized di satu tempat. Mau lo pake Copilot buat nanya random stuff kayak ChatGPT, atau pake buat working bareng Word dan Excel — tetep di app yang sama. User Microsoft 365 Copilot seharusnya cuma perlu update app yang ada, dengan navigational changes yang minor. Tapi buat personal Copilot user, expect lebih banyak perubahan. Lo bakal dipindahin ke new app baik di desktop maupun mobile, tapi tenang aja — semua chat dan content lo bakal move over, termasuk yang dari kedua akun kalau lo pake keduanya.
Three Fitur yang Bakal Ditinggalin Selamanya
Nah ini dia bagian yang bikin sedih. Microsoft udah resmi announce bahwa tiga legacy features akan discontinued per 18 Agustus:
- Podcasts — Fitur generate podcast berbasis AI bakal dihapus total
- Deep Research — Fitur riset mendalam goodbye (kecuali lo Microsoft 365 Premium subscriber)
- Group Chat — Semua pesan dan gambar dari group chat ga bakal bisa diakses lagi
Buat lo yang sering pake Group Chat, copy semua messages dan images sebelum deadline itu, karena setelah 18 Agustus ga akan bisa di-retrieve lagi. Sama juga dengan Podcasts — lo ga akan bisa generate episode baru, dan semua podcast yang udah lo generate juga bakal hilang. Reports dari Deep Research sih masih bisa diakses setelah deadline, tapi fiturnya cuma accessible buat Microsoft 365 Premium subscribers.
Alternatif yang Ready Siapkan
Lo ga perlu terlalu parno soal fitur-fitur yang dihapus ini, soalnya banyak replacement options yang udah matured banget. Buat yang sering pake AI-generated podcasts, Google's Gemini Notebook (formerly NotebookLM) bisa bikin podcast dari research lo dengan kualitas yang gak kalah keren. Dan hampir semua major AI platforms kayak Claude, ChatGPT, dan Gemini udah punya Deep Research feature mereka sendiri.
Microsoft bukan satu-satunya yang lagi konsolidasi AI offerings nih. OpenAI juga udah nge-shutter Sora (AI video generator) dan ChatGPT Atlas (short-lived AI browser) earlier this year. Kayaknya semua big tech companies lagi di fase "less is more" — streamline offerings, remove features yang ga perform, fokus ke core functionality.
Geek Opinion
Honestly, unify app ini OP banget sih secara concept. Bayangin lo developer atau professional yang harus switch between Copilot versions — itu literally friction yang ga perlu ada. Tapi ya... removing tiga fitur sekaligus itu terasa kayak Microsoft lagi kasih mixed signals. Kenapa sih dihapus semuanya? Apakah tiga fitur itu genuinely underperforming, atau ini cuma parte dari cost-cutting dan "streamlining" yang lagi trend di industri tech?
Yang jelas, deadline 18 Agustus itu mepet banget. Kalau lo salah satu dari users yang actively pake Podcasts, Deep Research, atau Group Chat — now's the time to export everything dan evaluate alternatives. Microsoft mungkin bilang ini "consolidation," tapi buat user yang sayang sama fitur-fitur tersebut, ini more like a red flag moment. Kita akan lihat apakah unified Copilot app bakal worth the sacrifice atau nggak.