Oke, jadi masih inget kan drama hukum Midjourney vs Hollywood yang lagi rame itu? Nah, now the tables have turned. AI startup image generation yang lagi diseret Disney, Universal, dan Warner Bros ke pengadilan, sekarang balik nantangin studio-studio besar tersebut buat reveal how they use AI in their own operations. Jadi bukan cuma Midjourney yang harus bertanggung jawab—Hollywood juga harus "jujur" soal penggunaan AI mereka.
🔥 Hook: Double Standard Much?
Jadi ceritanya, tahun lalu Disney dan Universal ngos-ngosan ngajukan tuntutan ke Midjourney karena model AI-nya diklaim bisa generate gambar karakter copyrighted kayak Bart Simpson dan Darth Vader. Beberapa bulan kemudian, Warner Bros juga gabung dalam party tersebut dengan menuntut Midjourney karena generate Superman, Batman, dan karakter DC Comics lainnya. Midjourney sebagai defense mereka, berargumen bahwa training AI model dengan gambar karakter copyrighted itu termasuk fair use—classic move sih sebenernya, tapi ya mau gimana lagi.
Nah, di situlah interesting part-nya. Judge sebelumnya udah ruling bahwa studio-studio tersebut memang harus provide informasi tentang generative AI usage mereka—tapi cuma yang "consumer-facing" aja, alias yang keliatan ke publik. Midjourney langsung gas: mereka maunya ALL, nggak cuma yang keliatan doang. argumenta mereka simpel: studio-studio ini nggak boleh cherry-pick dokumen yang cuma mendukung klaim mereka sementara Midjourney nggak dapet dokumen yang bisa defense diri sendiri.
🧠 Technical Detail: Apa Yang Midjourney Minta Sebenernya?
Ini yang seru. Dalam filing terbaru mereka, Midjourney nuntut studio-studio Hollywood buat reveal:
Pertama, semua prompt yang pernah mereka pake di Midjourney—bukan cuma yang hasilin gambar infringe. Jadi kita ngomongin complete usage history di sini. Kedua, semua output yang mereka dapetin dari prompt-prompt tersebut, bukan cuma yang hasilnya di-sue. Ketiga, dan ini yang paling krusial: bukti internal development AI mereka sendiri.
Midjourney ngarahin argumen mereka ke sesuatu yang pretty genius sih. Mereka nyuruh studio-studio reveal apakah mereka juga lagi develop image-generating AI models "for internal use in storyboarding or ideating content for film or TV." Logikanya? Kalau ternyata studio-studio besar juga lagi training AI dengan unlicensed copyrighted content buat kebutuhan internal, itu berarti industry custom—dan Midjourney cuma doing the same thing.
💡 Key Features: Kenapa Hollywood Nggak Mau Reveal?
Studio-studio besar lewat lead attorney mereka, David Singer, udah nge-label permintaan Midjourney sebagai "fishing expedition"—alias cuma ngais-ngais dokumen tanpa tujuan yang jelas. Tapi hold up, apa sih yang bikin studio-studio ini seguranya不肯 reveal how they use AI?
Singer juga udah public claim bahwa studio-studio ini "do not seek to stop AI technology or even shut down Midjourney's business." Mereka cuma mau Midjourney "stop copying their movies and TV shows and stop distributing, publicly displaying, publicly performing, and creating derivative works that include copies of their famous characters without authorization."
Jadi intinya sih: studios mau protect IP mereka, Midjourney mau protect bisnis mereka. Tapi kalau kita liat lebih dalam, ada ironi yang pretty obvious di sini—studio-studio yang menuntut AI startup karena "infringe" copyright, ternyata juga potentially lagi pake teknologi yang sama. Double standard much?
🖥️ Geek Opinion: Fair Use Atau Gak, Tetap Drama
Ini sih menurut gue pribadi, sih banget sih argumen Midjourney. Mereka basically lagi bilang: "Lo mau gue jujur soal cara gue training AI? Oke, tapi lo juga harus jujur dong soal cara LO training AI." Dan jujur aja, ini valid banget. Kalau industry practice emang udah umum studio-studio besar training AI dengan copyrighted content untuk internal use, maka defense fair use Midjourney jadi jauh lebih kuat.
Dari perspektif IP law, ini case yang really interesting karena bisa nset precedent gimana penggunaan copyrighted content untuk training AI akan diperlakukan ke depannya. Kalau judge-nya wise, mungkin kita bakal liat settlement yang interesting—atau malah case ini bakal jadi landmark decision buat AI copyright law ke depannya.
Yang jelas, drama ini belum berakhir. Kita liat aja gimana judge bakal ruling soal scoping discovery ini. Satu hal yang pasti: whatever happens, ini bakal impact banget ke cara studio-studio besar dan AI companies collaborate (atau more likely, battle) ke depannya.
Jadi, who's the real villain here? Depends on who's asking. 😏



