Guys, berita yang ini nggak kalah spicy dari drama-drama yang biasa lo tonton di serial favorit lo. Milo Yiannopoulos, si figur kontroversial yang udah bikin onar di kancah politik Amerika selama lebih dari satu dekade, sekarang lagi ditahan oleh ICE (Immigration and Customs Enforcement) di Louisiana. Yap, dia bakal dideportasi balik ke Inggris. No obat, ending-nya ziemlich dramatic sih emang.
Detail Lengkap: Visa Overstay dan Final Order of Removal
Menurut pernyataan resmi Department of Homeland Security yang dikirim ke WIRED, Milo masuk ke Amerika secara legal melalui New York City pada Mei 2019. Masalahnya? Dia overstay visa-nya, alias ngelanggar hukum imigrasi AS. "He chose to overstay his welcome in violation of our nation's laws," tulis DHS. Final order of removal udah diterbitkan oleh Immigration Judge pada 22 Juli lalu, setelah Milo gagal hadir di hearings imigrasinya. Dia ditahan pada Kamis, 27 Agustus, dan bakal tetap dalam custody ICE sampai proses deportasi selesai. Untuk keluarga atau perwakilan hukumnya, mereka diarahkan buat kontak Enforcement and Removal Office di Alexandria, Louisiana—sekitar 200 mil dari New Orleans.
Karir Milo: Dari Breitbart sampai ke Kanye West
Milo pertama kali muncul di radar publik AS saat kerja di situs kanan-tolak Breitbart dari 2014 sampai 2017. Dia pergi setelah pernyataan kontroversialnya soal hubungan seksual antara dewasa dan anak remaja yang时说 bisa "perfectly consensual." Dari situ, dia terus bergerak di lingkaran far-right, bahkan mengklaim udah arrange dinner infamous 2022 bareng Kanye West, white nationalist Nick Fuentes, dan Donald Trump di Mar-a-Lago—katanya sih "to make Trump's life miserable."
Dia juga pernah jadi spokesman buat Kanye West, yang dijadwalkan perform di Caesars Superdome New Orleans Jumat malam sebagai bagian dari tour 2026-nya. Seru kan, hubungan mereka sih memang rollercoaster banget—Milo gabung kampanye presiden teoritis Kanye di akhir 2022, tapi walk away beberapa hari setelah Ye ngomongin pandangan Nazi dan praise Hitler di Infowars. Mereka terus reunite dan split selama bertahun-tahun, dan 2024 lalu Milo klaim di X bahwa West kecanduan nitrous oxide.
Loomer Klaim Credit, Endingnya Ironis Banget
Bagian yang paling juicy? Laura Loomer, Islamophobic conspiracy theorist yang sesama rival Milo, nge-post di X kalo dia yang pertama kali report kalo Milo ada di AS secara ilegal. "Milo is going to be deported back to the UK where he can live among the Muslims he has recently chosen to embrace," tulisnya. "Today is a great day for America." Ironis sih mengingat Milo sendiri summer lalu nulis anti-immigration stance di account X-nya, ngomong kalo pemerintahan harus "deport millions and millions and millions of people." Nah, akhirnya dia sendiri yang kena deportasi. Red flag much?
Geek Opinion: Drama yang Nggak Telalu Mengagetkan
Lo sih wajib admit, sejarah Milo emang penuh kontroversi dan transformasi yang insane. Dari seorang jurnalis O-1 visa holder (visa untuk individu dengan kemampuan extraordinary di bidangnya), ke figur MAGA yang endorse anti-immigration keras, sampai sekarang jadi subjek deportasi sendiri. Apa yang terjadi sama Milo ini kayak reminder banget kalo hidup itu unpredictable—lo bisa endorse kebijakan paling keras, dan ternyata kebijakan itu balik ke muka lo sendiri. Worth it buat jadi bahan diskusi sih, tapi buat kita di Indonesia? Mungkin cuma bisa nonton dramanya dari jauh sambil ngopi.



