Jadi gini, ada hal yang bikin gue frustrasi banget sih kalau lo udah follow perkembangan politik US. Mesmo setelah ICE tembak dan bunuh migran berkali-kali, mismo setelah ACLUpublish laporan tentang pelanggaran HAM yang gila-gilaan, supporters setia Trump tetap nggak bergeming.
Hook: Fakta yang Bikin Mikir Keras
Lo tau nggak? Baru-baru ini, seorang ICE agent menembak dan membunuh Lorenzo Salgado Araujo di Houston, Texas. Pria ini udah tinggal di AS selama 35 tahun, punya tiga anak, dan punya bisnis sendiri. Then literally beberapa hari kemudian, ICE agent lagi yang menembak Johan Sebastián Durán Guerrero di Maine, juga sementara kedua korban ada di dalam kendaraan mereka.
Ini bukan insiden single ya, federal agents udah tembak dan bunuh empat orang, termasuk dua warga negara AS, dalam periode yang sama.
Technical Detail: Data yang Tidak Berbohong
Nah ini yang menarik. Menurut poll YouGov yang dipublish minggu lalu, 74% orang yang identifikasi sebagai MAGA Republicans masih professing confidence in ICE. Wait, masih? Mesmo setelah semua kontroversi ini?
Masih. Dengan 80% dari mereka oppose abolishing ICE entirely. Bayangin itu.
Yang lebih mencengangkan: menurut poll yang sama, hanya 51% Republicans yang nawarin kalau mereka pernah denger atau baca tentang penembakan-penembakan itu dalam seminggu terakhir. Jadi basically, separuh dari base mereka bahkan nggak tau apa yang terjadi.
Meanwhile, ACLU release laporan yang nunjukin ICE nyarget 155 warga negara AS di eight states selama year pertama Trump administration — 32 di antaranya anak-anak. Research dari UC Berkeley juga nunjukin bahwa setengah dari semua orang yang ICE arrested nggak punya criminal record, malgré administration klaim mau deport "worst of the worst."
Key Features: Leaning In, Not Backing Down
Yang bikin this whole situation makin wild: Republicans nggak mundur sama sekali. Justru sebaliknya — mereka leaning in harder. Menurut NPR, mereka bahkan spend more money dan run more ads tentang immigration daripada Democrats.
Trump sendiri post di Truth Social yang nunjukin dia seolah-olah overruling internal ICE memo yang nyuruh agents suspend vehicle stops, after furious response dari MAGA base-nya. Dia bilang ke supporters-nya bahwa ICE was "loved and respected in America."
Steve Bannon di War Room podcast-nya langsung nyuruh migran Haiti yang baru aja kehilangan temporary protected status untuk "boarding planes or buses today" balik ke Haiti. "Why are they not out of the country?" tanyanya.
Geek Opinion: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sana
Ini yang gue pikirin sih: ini bukan tentang fakta atau angka. Ini tentang identity politics versi extreme. ICE udah jadi simbol resistance bagi base Trump — mereka yang melihat immigration sebagai existential threat buat white America.
Poll dari Public Religion Research Institute nunjukin bahwa 73% Republicans are in support of internment camps untuk hold "immigrants who are in the country illegally" sampai mereka bisa dideport. Itu language yang sama yang pernah dipake dalam sejarah terburuk dunia, dan sekarang jadi mainstream position di GOP.
Trump promete 1 juta deportations dopo inauguration-nya. Realisasinya? ICE on track untuk deport 458,000 individuals this year — angka yang masih colossal btw, tapi jauh dari janjinya. Administration calls it "deportation-maxxing."
With midterms approaches, Republicans betting that their base doesn't actually want ICE going anywhere. November nanti, negara bakal nemu tau if they're right. Tapi kalau poll-poll ini akurat, well, brace yourselves.
Yang jelas, ini jadi lesson penting bahwa political polarization di US udah sampai titik where factual reality doesn't matter anymore. Dukungan terhadap ICE nggak based on performance metrics atau human rights considerations — it's pure tribal loyalty. Dan itu? That's honestly terrifying for anyone who cares about democratic norms.



