Nuro, perusahaan robotika yang dulunya fokus pada pengiriman barang, sekarang beralih ke layanan robotaxi. Menurut Dave Ferguson, co-CEO Nuro, menjadi "second mover" di industri robotaxi sebenarnya memberikan keuntungan. Nuro dapat belajar dari kesalahan-kesalahan Waymo, perusahaan yang sudah lebih dulu memulai layanan robotaxi.
Nuro berencana meluncurkan layanan robotaxi di San Francisco pada akhir tahun ini, setelah sebelumnya melakukan kerja sama dengan Uber dan Lucid. Mereka akan mengembangkan teknologi pengemudi otonom dan mengintegrasikannya ke dalam mobil Lucid Gravity SUV. Uber akan mengelola armada dan infrastruktur operasional layanan tersebut.
Ferguson menjelaskan bahwa Nuro tidak akan mengikuti pendekatan incremental, melainkan akan meluncurkan layanan yang sudah cukup matang sejak awal. Mereka juga berencana untuk transparan tentang statistik pengemudiannya, agar dapat membangun kepercayaan dengan pelanggan.
Menurut Ferguson, menjadi "second mover" memungkinkan Nuro untuk mengambil keuntungan dari pengalaman Waymo dan mengembangkan teknologi yang lebih baik. Nuro juga berencana untuk melisensikan teknologi pengemudi otonomnya ke perusahaan lain, termasuk perusahaan mobil yang ingin menggunakannya untuk sistem bantuan pengemudi lanjutan.
Dalam wawancara, Ferguson juga membicarakan tentang pentingnya kepercayaan pelanggan dan bagaimana Nuro berencana untuk membangun kepercayaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Nuro akan menyediakan informasi yang cukup tentang layanan mereka, agar pelanggan dapat memahami bagaimana layanan tersebut bekerja dan bagaimana mereka dapat mempercayainya.



