Lo tau gak sih, berapa kali lo liat konten viajing di TikTok atau Instagram, terus lo save dengan penuh semangat kayak "Wah, kapan-kapan harus coba ini!" Terus... ya gitu aja. Kontennya ilang di lautan saved posts lo, dan lo gak pernah beneran dateng. Nah, Outernet ini muncul dengan solusi yang simpel tapi OP banget: ubah semua yang lo save jadi to-do list petualangan beneran.
Apa Itu Outernet?
Outernet adalah app yang nge-hack cara lo consume konten. Jadi, daripada cuma like atau save ke folder yang gak pernah dibuka lagi, lo bisa share langsung ke Outernet. App ini bakal otomatis ngumpulin semua tempat, event, atau aktivitas yang lo simpan dari TikTok, Instagram, atau website manapun. Dengan bantuan AI, Outernet langsung抽 info penting kayak tanggal, waktu, lokasi, dan detail lainnya. Kerennya lagi, semua data ini masuk ke feed kronologis yang bisa lo akses kapan aja.
Fitur yang Bikin Bedah dari App Lain
Bedanya Outernet sama app kayak Tabi, Plotline, atau Albo? Tentan founders-nya. Danielle Egan dan Athena Leong ini bukan founder tech biasa yang kerja di product BizOps LinkedIn (iya, Danielle emang mantan LinkedIn). Mereka ini adalah queen of offline fun yang udah pernah:
- Organize scavenger hunt se-SF bernama Pursuit yang dimasukin sama 1.5% populasi San Francisco
- Bikin prank viral yang dijadiin restaurant eksklusif di NYC buat satu malam
- Ciñin "sit club" — alternatif running club tapi yg lo lakuin cuma duduk santai sambil ngobrol
Jadi, spirit mereka tuh memang 100% dedicated ke bikin orang keluar rumah dan have fun bareng.
Gimana Cara Kerjanya?
Gampang banget:
- Share dari app lain — Tap share dari TikTok/Instagram, scroll ke Outernet
- Paste URL — Bisa juga paste link social media langsung ke app
- Upload foto — Foto flyer atau apapun yang lo temuin di dunia nyata
Terus AI Outernet bakal kerja magic, menarik semua info penting, dan masukin ke:
- Feed kronologis buat event
- Tab terpisah buat tempat yang mau lo kunjungin
- Map interaktif
- Apple/Google Calendar integration
App ini juga bisa kirim reminder proaktif biar lo beneran dateng, bukan cuma jadi ghost follower di daftar keinginan. Plus, lo bisa "stamp" tempat yang udah lo kunjungin — nanti jadi passport adventure lo yang bisa lo show off ke temen.
Geek Opinion: Worth It Atau Nggak?
With sekitar 18,000 users dan udah profitable dalam 2 bulan (subscribenya $6.99/bulan atau $39.99/tahun), Outernet nunjukin bahwa market-nya emang ada. Kita hidup di era di mana semua orang inspire banget lewat konten, tapi paradox-nya jadi makin jarang beneran keluar rumah.
Yang bikin Outernet menarik:
- Founder yang udah prove lewat Pursuit (1.5% populasi SF itu bukan angka kecil)
- Model bisnis yang udah cashflow positive — rare banget buat startup stage ini
- Vision yang jelas — mau jadi "motivation engine for IRL"
Tapi tantangannya juga ada: gimana caranya scale tanpa lose the whimsy? Danielle sama Athena emang bilang mereka pengen investor yang align sama vibes mereka yang playful. Dan jujur? That’s the right move. App kayak gini butuh hati yang match biar nggak berubah jadi just another productivity tool yang ngebosenin.
Verdict: Kalau lo tipikal orang yang list to-visit tempat di notes tapi nunca kesampean, Outernet ini could be your game changer. Cuma ya, app-nya masih invite-only dan baru iOS. Android users, sabar ya.
Oh iya, buat TechCrunch readers yang mau coba: pake invite code "coffeewalk" buat skip waitlist. Go explore!



