Penelitian AI dan Geopolitik
Penelitian AI semakin terkait dengan geopolitik, terutama dalam konteks hubungan AS-Tiongkok. Konferensi NeurIPS, salah satu konferensi AI terkemuka, baru-baru ini mengumumkan keputusan untuk membatasi partisipasi peneliti asal Tiongkok.
Latar Belakang
Keputusan NeurIPS ini menuai protes dari peneliti AI di seluruh dunia, terutama dari Tiongkok. Beberapa kelompok akademis di Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keputusan ini dan mendorong peneliti Tiongkok untuk tidak menghadiri konferensi NeurIPS di masa depan.
Dampak
Keputusan NeurIPS ini dapat memperburuk hubungan antara AS dan Tiongkok, serta mempengaruhi kerja sama penelitian AI antara kedua negara. Selain itu, keputusan ini juga dapat mempengaruhi kemajuan penelitian AI di Tiongkok, karena NeurIPS adalah salah satu platform terkemuka untuk peneliti AI di seluruh dunia.
Pendapat
Menurut Paul Triolo, seorang pakar hubungan AS-Tiongkok, keputusan NeurIPS ini dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam penelitian AI. Ia menyatakan bahwa penelitian AI tidak dapat dipisahkan dari geopolitik lagi, dan bahwa AS dan Tiongkok perlu menemukan cara untuk bekerja sama dalam penelitian AI tanpa mempengaruhi hubungan politik mereka.



