Pete Holmes, komika yang dikenal dari HBO's Crashing dan spesial "Silly Silly Fun Boy", baru aja ngungkapin kebiasaan tech-nya yang bisa bikin lo refleksi diri - atau mungkin malah ngerasa bersalah.
Gak Punya HP "Spider Eyeball"
Pete pake iPhone Air 2025, dan dia gila-gilaan suka sama HP yang gak laku.literally. Dia ngakuin kalau HP ini gagal di pasar dan gak ada yang beli, tapi justru itu yang bikin dia makin semangat pakenya. "Orang-orang pikir ini Android," katanya ke WIRED. "Orang gak tau ini apa. Aku suka semua itu. Aku suka punya HP yang gak dipunya orang lain."
Kalau lo jalan di jalan, pasti notice semua orang punya HP yang sama - si "ugly spider eyeball phone" yang Pete bilang. Tapi buat Pete, iPhone Air tuh vibes-nya beda. Dia ngerasa ini HP pertama yang keliatan kayak Steve Jobs beneran ngomong. "Yang lain tuh kayak Apple ngikutin Android, ngikutin apa yang Google lakuin," komentarnya. "Dan ngasih kita bunch of stuff yang gak kita butuhin."
Screen Time Cuma 1 Jam 15 Menit? Pete Bilang Masih Terlalu Banyak
Nah ini yang EPIC. Pete nge-target screen time di bawah 1 jam sehari, dan rata-rata minggunya cuma 1 jam 15 menit. Tapi dia bilang itu masih terlalu banyak. "Aku masih ngerasa stressed sama HP aku," akunya. "Aku masih liat HP lebih banyak dari yang aku mau."
Triksnya? Grayscale + screen time widget di home screen. Simple tapi OP banget. "HP lo kayak slot machine," kata Pete. "Jadi makin lo bisa limit warna dan suaranya, makin kurang dia bisa nggoda lo."
Dia juga hapus semua social media dari HP-nya. "Gak natural banget kalo lo di antrian airport security tapi tau semuanya dari seluruh dunia dan hidup lo sendiri terus-terusan." Untuk komunikasi, dia langsung bilang di awal: "Maaf, gue bukan orang yang suka text banyak-banyak."
55.426 Email Unread & 80 Text Unread
Ini dia yang paling insane. Pete punya 55.426 email unread dan 80 text unread. Dan dia gak mau ngerasa guilty soal itu. "Lo bisa dapat uang, lo bisa punya hidup, dan tinggalin 55.000 email unread dengan sebuah fuck off yang besar," katanya.
Pete punya aturan: kalau lo reply email lebih dari tiga kali, mulai thread baru. Dia gak mau scroll infinity cuma buat nyari context. "Banyak kehidupan modern tuh urgency yang di-manufacture," analisisnya. "Kita perpetuate itu dengan nganggap serius. Jadi kita passing hot potato bolak-balik."
Prediksi Pete soal masa depan? AI bakal leads ke disinformation yang brutal - baik di inbox maupun text. Dan response kita? "Kita bakal semua perlahan-lahan walk away. Kayak Amish. Kita bakal hang out bareng dan ngobrol lagi."
AI Optimist yang Gak Mau Dikitraktis
Pete nanya AI soal swim soreness solutions (dia berenang tiap hari dan bahu nya sakit), tapi hasilnya biasa aja - "Take a hot shower or do light yoga." Dia gak keberatan, tapi tetep skeptis.
"Jangan dikatastrofin. Aku think everything's gonna be okay," singkatnya. Dia bahkan lagi di "AI optimism wormhole" di YouTube - komunitas yang ngomongin gimana AI companies marketing ketakutan buat lift regulations.
"Kita udah lakuin ini dari Middle Ages - alchemy, the fix, the cure, infinite wealth. Ada banyak programmers yang ngerasa, 'Kalo sesuatu fast and confident, kita bakal percaya.' Dan AI, yang basically word prediction model, tuh fast and confident."
Gear yang Dipake
Pete pake 2022 MacBook Air M2 (setelah yang sebelumnya patah di backpack), tapi dia masih kangen sama MacBook Air 11-inch yang "the smallest thing I've ever seen." Dia ngerasa planned obsolescence itu nyata: "Kayak punya girlfriend yang lo tau bakal move back to Barcelona."
Noise-canceling earbuds jadi tech product favorit - buat dia yang sound sensitive, ini essential. "Aku suka feeling-nya. Aku masukin ke kuping terus tanpa nada main - basically earplugs. Cara bilang ke neighbor di pesawat kalau lo gak mau ngobrol."
TL;DR: Apa yang Bisa Lo Learn dari Pete?
- Grayscale mode = HP lo jadi boring, less addictive
- Screen time widget di home screen = jadi aware, gak bisa denied
- No social media di HP = freedom从天而降
- Unread email/text bukan shame = lo bisa survive tanpa reply semua
- Gak perlu HP tercanggih = iPhone Air aja udah cukup cool
Pete sendiri bilang dia bangga sama posisi dia sekarang, tapi tetep mau lower lagi. Dia gak mau switch ke dumb phone karena tetap butuh kemampuan chiam Uber dan nonton film kalo flight delayed. Tapi dia optimistic: "Gen Z bakal figure out how to dial this in just right. Gak bakal perlu try hard. Mereka bakal see what it did to us and make smart decisions."



