Perusahaan tech kembali melakukan PHK massal, dan kali ini AI jadi kambing hitamnya.
Apa yang terjadi?
Beberapa perusahaan tech besar seperti Oracle, GitLab, dan Google melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, dan AI menjadi salah satu alasan utama.
- Oracle melakukan PHK terhadap 21.000 karyawannya dalam 12 bulan terakhir, dengan alasan adopsi dan penerapan teknologi AI yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan efisiensi dan mengurangi biaya.
- GitLab melakukan PHK terhadap 350 karyawannya, atau sekitar 14% dari total karyawan, untuk membiayai investasi infrastruktur AI dan menangani lonjakan trafik dari alur kerja AI.
Mengapa AI jadi kambing hitam?
AI memang bisa menggantikan pekerjaan manusia, tapi apakah itu benar-benar alasan utama di balik PHK massal ini?
- Tentu tidak, karena banyak perusahaan yang melakukan PHK massal ini sebenarnya masih mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan.
- Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Pendapat Geek
Sebagai seorang geek, saya tidak terlalu terkejut dengan berita ini.
- Karena memang AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita, dan perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan tersebut.
- Tapi, apakah PHK massal ini benar-benar solusi yang tepat? Saya tidak berpikir demikian.
- Karena PHK massal hanya akan menimbulkan masalah baru, seperti pengangguran dan ketidakpastian di kalangan karyawan.
- Seharusnya, perusahaan harus mencari solusi yang lebih kreatif dan inovatif untuk menghadapi perubahan yang dibawa oleh AI.



