Yah, jadi gak ada drama panjang buat Polestar di Amerika. Merek EV asal Swedia yang notabene dikuasai Zhejiang Geely Holding Group (China) ini memutuskan buat gak bakal banding atas keputusan pelarangan kendaraan mereka di AS.
Hook: Polestar Nyerah, Gak Mau Appeal
Jadi gini ceritanya, baru-baru ini pemerintah AS nge-block penjualan kendaraan Polestar di Amerika. Dan pihak Polestar sendiri bilang kalau mereka gak akan challenges keputusan itu atau ngambil jalur hukum.
Kata jubir Polestar, Michael Ofiara:
"We will instead focus our investments on markets where we have a strong brand position and ability to achieve profitable growth, with a strong weighting towards Europe."
Intinya, mereka mau fokus ke Eropa aja. Goodbye America, next time maybe.
Technical Detail: Kenapa Polestar Di-Banned?
Nah, ini yang menarik. Departamento Comercio AS nge-ban Polestar karena adanya aturan baru soal connected-vehicle security. Aturan ini essentially prohibits Chinese software di kendaraan yang connected ke internet, mulai dari model year 2027.
AS officials argue kalau kamera, GPS, dan teknologi connected lainnya bisa jadi national security risk kalau dikontrol sama foreign adversaries. Jadi Polestar yang mayoritas dimiliki oleh China, jelas jadi target.
Ironinya, Polestar sekarang udah gak jual kendaraan yang dibuat di China di AS. Polestar 2 udah out dari pasar setelah tariff Chinese-built EVs berlaku, dan Polestar 3 sekarang dibuat di South Carolina bareng Volvo EX90. Polestar 4 bahkan dibuat di South Korea. Jadi technically udah clean dari Chinese manufacturing, tapi tetep aja kena banned. Ironis banget sih ini.
Key Features: Volvo Can, Polestar Can't
Yang bikin makin奇怪的是, Volvo yang juga majority-owned sama Geely (owner yang sama kayak Polestar), justru dapet special authorization buat continue selling vehicles di AS. Volvo udah demonstrate gimana mereka handle vehicle data dan cybersecurity, dan政府 approve.
Tapi Polestar?Denied. Commerce Department decline to explain kenapa dua merek yang sama-sama dikuasai Geely dapat treatment yang beda. Ini yang bikin banyak orang bingung dan kritik policy-nya.
Geek Opinion: What This Means for Us
Polestar's exit ini big deal, bukan cuma karena mereka adalah major sales player, tapi karena raises questions tentang gimana AS apply new connected-car security rules-nya.
Yang jadi korban juga adalah existing owners. Polestar's departure likely bakal hit resale values nya huge, apalagi sekarang lagi ada inventory clearing dengan discount sampe $25,000.
Jadi kalau lo ada uang nganggur dan mau ngecolek Polestar 4, sekarang mungkin saat yang tepat. Tapi siap-siap juga kalau spare parts dan service ke depannya bakal susah.
Untuk Polestar sendiri, mereka udah move on dan mau fokus ke Eropa. Mungkin emang lebih cocok那边 sih, karena di US market mereka kayaknya udah unlucky banget. #RespectToVolvoYangBisaTetapStay
Source: Wall Street Journal via Motor1



