Oke, gue mau kasih kabar yang mungkin bikin lo sedih—terutama kalau lo termasuk salah satu fans berat OnePlus. Brand yang pernah dijulukin 'flagship killer' alias pembunuh smartphone premium itu? Yup, OnePlus kini resmi退出 (keluar, bukan exit dalam bahasa China ya) dari pasar Amerika Utara dan Eropa.
🎮 Hook: Kisah OnePlus yang Mulai Mati Pelan
Dulu, sekitar 2013-an, OnePlus datang dengan gebrakan gila. Lo bisa dapetin smartphone dengan spesifikasi flagship—prosesor cepat, RAM gede, kamera kece—tapi dengan harga yang jauh lebih murah dari Apple atau Samsung. Inget nggak waktu OnePlus 6 launching di 2018 dengan tagline 'flagship killer' cuma seharga $529? Waktu itu, semua orang pada heboh karena bisa nikmatin pengalaman premium tanpa harus nguras tabungan.
Tapi sekarang? Reality check yang pahit. Menurut data dari Counterpoint Research, pengiriman smartphone global anjlok 11% year-over-year di Q2 2026—terendah dalam 13 tahun. Dan OnePlus? Mereka udah ngeliat tren ini lebih awal, jadi memutuskan buat fokus ke pasar China aja.
📊 Technical Detail: Angkanya Nggak Bohong
Mari kita bahas data, karena data nggak pernah bohong:
- 2019: OnePlus kirim 1 juta unit smartphone ke pasar AS
- 2025: Cuma 130.000 unit—jatuh 90% dalam 6 tahun
- Pangsa pasar AS: dari 1,8% (2021) jadi 0,1% (2025)
- 2023: T-Mobile cabut partnership mereka, dan ini jadi titik balik yang brutal
WIRED udah verifikasi langsung sama mantan karyawan OnePlus dan追踪 (track, bukan China!) puluhan update LinkedIn. Banyak pekerja yang kena PHK antara Maret sampai Juni tahun ini. Seluruh kantor OnePlus di New York City dibubarin. Satu sumber anonim bilang ke WIRED:
"Ini keputusan dari atas, nggak ada saluran buat tim memberikan masukan."
Ouch. Tapi emang bisnis itu kejam sih.
🔥 Key Features: Kenapa OnePlus Gagal Kompetitif?
Nabila Popal, Senior Research Director of Consumer Devices di IDC, kasih insight yang menarik:
-
Salah strategi harga — Alih-alih mempertahankan harga terjangkau, OnePlus ikut-ikutan naikin harga kayak brand premium. Mereka jadi mirip sama kompetitor.
-
Nggak punya carrier partner — Di AS, 66% penjualan smartphone lewat carrier stores. Tanpa T-Mobile, OnePlus kehilangan channel distribusi utama.
-
Kalah dari Apple & Samsung — Cuma dua brand yang bisa command harga premium dengan sukses. Yang lain? Sulit.
-
Pasar China mendominasi — Pada 2025, 56% volume OnePlus dari China. Bandingin sama 2021 yang cuma 18%.market Asia Pasifik? 91%!
Oppo (induk company OnePlus) udah bilang kalau Realme bakal fokus ke pasar luar negeri aja, nggak launching produk baru di China. Untuk OnePlus? roadmap di China tetep jalan, tapi untuk pasar Barat? Ciao!
Ada juga rumor bahwa OxygenOS—interface khas OnePlus—bakal diganttein sama ColorOS (milik Oppo). Jadi kalau lo masih pake OnePlus, siap-siap aja ya.
💀 Geek Opinion: Ini Bener-Bener Minta Ditangisin
Gue personally cukup sedih sih dengerin kabar ini. OnePlus tuh dulu emang jadi pilihan yang solid buat orang yang pengen flagship experience tapi nggak mau kelamaan nabung. Brand ini juga sering jadi yang pertama ngenalin teknologi baru—silicon-carbon battery? OnePlus duluan.
Sekarang?<n Dengan OnePlus cabut dari pasar Barat, konsumen di AS dan Eropa kehilangan satu-satunya brand China yang berhasil masuk ekosistem mereka. Imbasnya? Pasar makin terkonsolidasi. Apple sama Samsung yang udah dominating 80% pangsa pasar AS (naik dari 73% di 2021) makin nyaman di posisi mereka.
Jadi buat lo yang masih pegang OnePlus, nikmatin aja dulu devices lo.谁知道 (siapa tahu, tapi dalam bahasa Indonesia: siapa tahu) ini jadi collector's item soon. 📱🪦
Stay geek, stay informed.



