Gue tau sih, lo mungkin gak expect banget sama yang terjadi di final 100m European Athletics Championships 2026 ini. Bayangin aja: Marcell Jacobs, si juara bertahan yang pernah jadi Olympic champion, tuh tiba-tiba ambruk di tengah lintasan. Alias cedera parah. Dan siapa yang掠走 semua perhatian? Duo Inggris, Romell Glave sama Jeremiah Azu, yang berhasil bikin podium jadi milik mereka semua.
🏃♂️ Glave 'King of the World' dengan Speed 10.09 Detik
Oke gue tahu, waktu 10.09 detik memang bukan yang paling gila di era sprinting sekarang. Dengan headwind yang cukup kenceng, kondisi emang gak Ideal banget. Tapi coba tanya ke 16.000 penonton yang ada di tribun itu — mereka udah teriak sampe serak pas Glave melintasi garis finis pertama! Azu juga gak mau kalah, ngejar dari belakang dengan waktu 10.16 detik buat amankan posisi kedua. Meanwhile, Jerman harus puas jadi third wheel lewat Owen Ansah yang dapat bronze dengan 10.19 detik.
Yang bikin lebih epic: Jacobs, sang Olympic champion dari Italia, sampe harus limp alias injured parah. Dia yang tuh terkenal dengan tattoo Colosseum di tangan kanannya — tribute buat negaranya — harus ngestop di tengah race dengan waktu 12.26 detik. Sedih sih, tapi sport就是这样, bro.
🇯🇲 Dari Jamaica ke London, Glave Buktiin Dirinya
Cerita Glave ini gak cuma soal sprint, tapi soal perjalanan hidup yang nyata. Dia pindah dari Jamaica ke London di umur 15 tahun, ikut ayahnya, karena dia percaya ada kesempatan lebih besar di Britain. "There's more opportunity to join an athletics club," katanya. Dan hari ini, dia buktiin semua itu.
Fun fact yang gak boleh lo lewatin: Glave pernah jadi sprinter remaja tercepat di dunia di 2017, dengan waktu 10.21 detik pas dia baru 17 tahun. Tapi perjalanan dia gak selalu mulus — dia harus pake back brace selama 2022, dan cedera fracture di punggungnya bikin dia struggle di 2024. this is what we call "comeback story" yang bikin kita semua motovasi, kan?
🏆 British Double di European Championships: Sejarah Terulang
Ini udah kali ketiga Inggris dapet gold AND silver di nomor 100m pria European Championships. Pertama di 1998 sama Darren Campbell yang kalahin Dwain Chambers, terus di 2018 sama Zharnel Hughes yang ngalahin Reece Prescod. Dan sekarang di 2026, Glave-Azu combo kembali tulis sejarah. British sprinting emang lagi on fire, gak heran kalau banyak yang bilang ini golden generation mereka.
Azu sendiri bilang dia lagi gak konsisten musim ini, tapi begitu masuk championships, dia bisa nunjukin performa terbaiknya. "When it comes to championships, I know I find my best," tegas dia. Nah, itu dia mental athlete sejati — save the best buat momen yang paling matter.
💭 Geek Opinion: Comeback Ini Level Up Banget
Menurut gue (dan lo juga pasti setuju), story Glave ini tuh inspirational banget. Dari mantan sprinter remaja tercepat di dunia, terus injured, sampe akhirnya naik podium European Championships — itu bukan luck, itu pure kerja keras dan resilience. Plus, style-nya juga on point — dia pake kacamata hitam padahal balapan malem. "This year means business," katanya. Dan dia emang beneran deliver.
buat lo yang好奇, ini bukan satu-satunya kejutan dari event ini. Nadia Battocletti dari Italia dominated女子 5000m dengan winning sprint di 200m terakhir, dan Nadine Visser dari Belanda win女子 100m hurdles lewat photo finish yang super tight. European Championships 2026 emang gak ada matinya! 🏃♂️🔥



