Lo tau nggak, pasar chip AI tuh sekarang udah kayak rollercoaster yang nggak ada habisnya? Nah, SambaNova Systems baru aja buktikan hal itu dengan raise $1 miliar di Series F pertamanya, sehingga valuasinya nge-hit $11 miliar! Это всё thanks to General Atlantic yang lead investor, dan-lo gak salah denger-lo—ini happen kurang dari 5 bulan setelah mereka unveil chip SN50 mereka.
Chip yang Bikin JPMorgan Nggak Ragu
Nah, ini yang seru. SambaNova sekarang udah resmi jadi "inference-infrastructure partner" buat JPMorgan Chase, bank gede yang biasanya susah banget dipilih buat vendor baru. SN40L dan SN50 systems mereka bakal dipake buat secure, on-premises AI inference di bank tersebut. CEO Rodrigo Liang sampe bilang ini "big deal" karena nunjukin ke industri banking bahwa sekarang udah waktunya nggak sepenuhnya bergantung ke cloud services.
Bayangin aja, bank sebesar JPMorgan tuh biasanya super conservative soal tech decisions. Tapi mereka sekarang milih bangun private infrastructure sendiri, yang artinya paradigma "heterogeneous infrastructure" lagi naik daun. Liang预期 ini trend yang bakal ngaruh ke banyak enterprise dan government.
SN50: Next-Gen Chip yang Bakal Dijuin Q3 2026
Buat lo yang belum tau, SN50 itu chip generasi selanjutnya dari SambaNova yang unveiled Februari 2026 lalu. Chip ini bakal mulai shipped ke customers di second half 2026, dengan SoftBank sebagai first deployment partner-nya. Keunggulan utama SambaNova tuh ada di "premium inference" mereka yang bisa handle largest models dengan cepat.
SambaNova klaim bisa fit multi-trillion-parameter models onto a single rack—a capability yang bikin mereka beda dari kompetitor. Dalam era di mana frontier models sekarang udah spanning trillions of parameters, ability ini jadi competitive advantage yang serious.
Kisah Cineplex: Dari Negosiasi Intel sampai Stay Independent
Ini part yang juicy banget. Dulu Desember 2025, ada rumor bahwa Intel mau acquisition deal valued $1.6 miliar—kira-kira cuma 1/7 dari valuation sekarang! Tapi deal itu stall, dan sekarang SambaNova justru raise money dengan valuation yang jauh lebih tinggi. Liang himself bilang "We're always being approached," tapi company mereka seems like they wanna stay independent dan potentially go public eventually.
Yang menarik, Intel sendiri ikut participate di latest round ini despite earlier acquisition talks yang nggak jadi. Hubungan mereka malah deepen—keduanya sekarang co-develop products dan go-to-market bareng. Partnership multi-year untuk Xeon-based AI inference ini give SambaNova leverage dari Intel's massive scale.
Strategi three-pronged: Sovereign Clouds, Neoclouds, Enterprises
SambaNova lihat tiga types of customers utama:
- Sovereign Clouds: Pemerintah yang fund local partners buat build private clouds—Liang expect SambaNova bakal play central role di sini
- Neoclouds: New cloud providers
- Enterprises: Company yang build infrastructure buat use case mereka sendiri
除了 JPMorgan, mereka juga claim customers kayak Saudi Aramco, Intel, dan beberapa Japanese firms.
Geek Opinion
估值 $11 miliar dalam waktu nggak sampe 6 bulan dari $350 juta Series E? Itu bukan growth, itu gaspol with NOS. Market signal ini jelas: inference chips gonna be the next battleground, especially setelah semua orang fokus ke training chips.
Fakta bahwa JPMorgan—bank yang super conservative—pick SambaNova buat on-premises inference? Itu legitimasi huge buat startup ini. Dan kalau SoftBank udah commit sebagai SN50's first partner, expect lebih banyak hyperscalers bakal follow.
Verdict: SambaNova positioned themselves sebagai "premium inference" play, dan sekarang market confirming that thesis. Competitors kayak Groq, Cerebras, dan bahkan NVIDIA better watch out—because this company tidak main-main dengan ambisinya.



