Samsung lagi bikin gebrakan di dunia folding phone, bestie! Di event Galaxy Unpacked kedua mereka di tahun 2026 ini, Samsung ngeberantenya Galaxy Z Fold8 dengan desain baru yang super unik—bentuknya kayak passport, bukan lagi kayak buku kayak generasi-generation sebelumnya. Jadi sekarang lo punya tiga opsi: Galaxy Z Fold8 Ultra buat para pekerja keras yang butuh productivity max, Galaxy Z Flip8 buat yang prioritize portability, dan yang baru ini—Galaxy Z Fold8—yang fokus banget buat content consumption.
Kenapa sih harus ubah bentuk?
Nah ini yang menarik. Menurut Drew Blackard, Senior VP of Mobile Product Management Samsung, pertumbuhan video di mobile devices itu explosive banget dalam beberapa tahun terakhir. "Consumers watch 80 percent of their video on mobile devices now, not in front of a TV screen or tablet," kata dia ke WIRED. Plus, format kontennya juga berubah drastis—lo udah move on dari Netflix landscape view ke vertical orientation kayak Instagram Reels dan TikTok. Jadi Samsung mikir, why not bikin HP yang emang didesain buat versatile banget, bisa handle semua format video tanpa ribet.
Galaxy Z Fold8 ini punya aspect ratio 10:16 untuk cover screen, dan kalau dibuka jadi 4:3 inner display. Kombinasinya? Perfect buat nonton YouTube, scrolling Reels, atau bahkan baca website dan ebook dalam orientation vertikal. Terus yang paling gila, Fold8 ini cuma berbobot 201 gram—32 gram lebih ringan dari iPhone 17 Pro Max. Samsung claims ini adalah folding phone booklike teringan di pasaran. Plus, ada teknologi Flex Titanium yang bikin crease di tengah layar jadi jauh less noticeable dan feeling-nya lebih "flat" dibanding model-model sebelumnya. No more ridge yang bikin eyesore!
**Harganya? Well...
**
With great innovation comes great price tag, sayangnya. Galaxy Z Fold8 dibanderol $1,900, yang memang masih expensive tapi setidaknya lebih palatable dibanding $2,899 TriFold yang sold out dalem hitungan menit pas launch earlier this year. Dan ya, semua folding phone Samsung naik harga $100 dari tahun lalu karena memory crisis dan rising component costs. Tapi Francisco Jeronimo dari IDC bilang, Apple dan Samsung bisa markup price segitu karena kebanyakan konsumen mereka beli via installment plan—"If it costs $200 more, but it means $3 to $5 more per month, of course no one will be happy, but it's not something consumers will be saying, 'No, I won't buy it,'" jelas dia.
**Geek Opinion
**
Samsung Fold8 ini basically answer to what the market actually needs—fashion over function? Well, lebih ke form follows content sih. Desainya mirip Google Pixel Fold atau Microsoft Surface Duo yang dulu dianggap flop, tapi dengan tech yang udah jauh lebih mature. Kalau lo tipe yang spending hours scroll TikTok atau nonton serial di HP, ini format yang paling cocok. Dan yang paling important, weight-nya cuma 201 gram—lo bisa folded phone tanpa feel like lo carrying batu di saku. Dengan Apple Fold yang rumored launch September 2026 dan IDC forecast they'll take 30% market share dalam year pertama, Samsung udah ngeposisikan diri dengan portfolio lengkap. Three different form factors, three different use cases. Competition is coming, but Samsung's like, "We've been here for eight generations, we're not going anywhere." Gaspol!



