Oke jadi kita punya news yang quite shocking nih buat paraTesla fandom. Siapa yang tau kalau Robotaxi Tesla yang dijanji-janji bakal jadi game-changer malah baru aja mundur?
Tesla Robotaxi Anjlok 36%
Berdasarkan data yang Tesla release di Q2 2026, Robotaxi fleet mereka yang terdiri dari Model Y SUV justru cover lebih sedikit miles dibanding Q1. Q1 mereka cetak sekitar 1.1 juta miles, tapi di Q2 turun drastis jadi ~700,000 miles — alias turun 36%. It’s giving red flag banget, bro!
Ini quite ironic sih kalau kita ingat bahwa Tesla udah expand operasi Robotaxi ke 6 kota di Texas dan Florida, termasuk Bay Area San Francisco. Tapi ternyata ekspansi ini nggak automatically berarti growth, yang ada malah decline. Tesla emang masih jalanin operasi di SF dengan safety driver, yang bikin banyak orang question — ini beneran "Robotaxi" atau masih supervised driving biasa?
Elon Bilang: "We Need More Cybercab Data"
Pas ditanya soal lambatnya scaling Robotaxi, Elon Musk kasih explanation yang interesting. Katanya, Tesla butuh accumulate driving data yang spesifik buat Cybercab — kendaraan otonom two-seater emas yang emang udah ditunggu-tunggu. Berbeda sama Model 3 atau Model Y yang udah millions kendaraan di jalan, Cybercab masih baru dan harus dikalibrasi dari nol.
"Kita perlu nge-test miles pake Cybercab yang udah di-retrofit dengan steering wheel, acceleration, sama braking pedals buat calibrate ke chassis," terang Elon di conference call. Jadi intinya, Tesla emang lagi slow di fase ini karena hardware mereka (Cybercab) belum cukup banyak di jalan buat collect data yang needed.
Zero Notable Incidents Tapi 22 Crashes ke NHTSA
Di satu sisi, Ashok Elluswamy (VP of AI Tesla) boast kalau Robotaxi mereka udah tembus 380,000+ unsupervised miles tanpa ada "notable incidents." Tapi di sisi lain, Tesla udah report 22 crashes ke NHTSA sejak trial dimulai. Sebagian besar crashes terjadi karena kendaraan lain nabrak Robotaxi Tesla yang lagi stationary, tapi ada juga 3 crashes yang caused by teleoperators yang ngontrol remote.
Elon sendiri openly admit kalau dia worried sama media coverage kalau-kalau ada accident. "Kalau kita injure satu orang aja, itu bakal worldwide headline news, dan regulators bakal langsung clamp down," katanya. Well, that’s valid sih, mengingat spotlight yang selalu Tesla dapat.
Camera-Only Approach: Pro atau Kontra?
Tesla also defended their camera-only approach — nggak pake lidar atau radar — dan bilang bahwa sistem mereka proves kalau kamu bisa punya safe, comfortable, autonomous driving cukup dengan cameras doang. Waymo udah proven dengan lidar, tapi Tesla argue bahwa cost-effectiveness cameras adalah key buat scalability.
Secara pribadi, this is a tough one. Di satu sisi, Tesla emang punya reputation buat move fast dan break things. Tapi di autonomous driving, "break things" bukan opsi yang acceptable. Kita lihat aja gimana next quarter — apakah Cybercab bisa accelerate atau masih stuck di calibration phase. Yang jelas, investor nggak Happy banget karena stock Tesla plummet lebih dari 13% after earnings.
Yang menarik, both Elon sama Ashok обещают (promised) growth yang bakal come rapid soon. Mereka bilang unsupervised miles udah growth ~10% per week sejak akhir tahun lalu. We’ll see lah — apakah ini real progress atau just another promise dari perusahaan yang suka overestimate timeline mereka? 🧐



