Thomas Tuchel, manajer Inggris, bilang kalo Argentina bakal dateng dengan amunisi penuh: sejarah! Di semifinal World Cup 2026 di Atlanta, kedua tim bakal bentrok lagi setelah pertemuan-pertemuan legendaris sebelumnya.
Sejarah Rivalitas yang Bikin Nostalgia
Ini bakal jadi pertemuan keenam mereka di turnamen Piala Dunia. Tiga pertemuan terakhir terjadi setelah konflik Falklands 1982, dan semuanya sarat emosi. Siapa yang lupa tangan Tuhan Maradona di 1986? Atau kartu merah David Beckham di 1998 yang kemudian dibalas dengan gol penalti di 2002? Semua momen itu bakal ngalir di kepala para pemain saat kickoff nanti.
Argentina: Tim yang Emosional Abis
Tuchel ngerti banget kalo Argentina bakal main dengan emotional investment yang tinggi. Setelah menang 3-1 atas Swiss di perempat final, para pemainnya nyanyi lagu yang merujuk ke perang Falklands dan berjanji拿下 Piala Dunia "untuk Las Malvinas, untuk Diego, dan untuk gol terakhir Leo." Bisa dibayangkan gimana intense-nya suasana di ruang ganti mereka?
"Mereka hampir nggak berubah dari empat tahun lalu," kata Tuchel. "Lo bisa liat kohesi, pengorbanan, dan keyakinan mereka. Gaya mereka emang emotional banget—begitu juga di Qatar dan sekarang. Dan sejarah... mereka juga kejar itu. Kita siap dan punya mental yang sama kuatnya."
Guéhi Gaspol: Tekanan Ada di Argentina!
Di lain pihak, bek Marc Guéhi ngambil stance yang chill banget. Dia bilang Inggris nggak punya beban.
"Nggak ada tekanan di kita," klaim Guéhi. "Tekanan ada di mereka. Mereka juara dunia. Mereka harus defend gelar mereka."
Guéhi sendiri udah pulih dari masalah hamstring dan siap lanjut jadi pasangan John Stones di lini belakang. Ezri Konsa masih saingin Reece James buat posisi right-back.
No Beef dengan Bellingham
Soal momen Tuchel yang kritis performa tim padahal Bellingham cetak dua gol di perpanjangan waktu lawan Norwegia, manajer asal Jerman ini santai aja.
"Kami datang dari tempat yang sama—dari competitive nature dan edged saat kompetisi berjalan," tegas Tuchel. "Dia cuma dikasih kritik soal sisi teknis. Aku juga bilang dia pemain kelas dunia. Mungkin aku juga bakal "bit back" kalau udah main 120 menit, cetak dua gol, dan ngeluarin semua yang ada di badan. Itu reaksi normal buat pemain dengan mentalitas dia. No problem."
Jadi intinya, Inggris udah siap mental buat ngehadepin "badai emosional" Argentina. Gaspol, Three Lions!



